Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pasokan Akan Terguncang, Harga Minyak Naik Usai Penangkapan Presiden Venezuela

Pasokan Akan Terguncang, Harga Minyak Naik Usai Penangkapan Presiden Venezuela Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Harga minyak dunia ditutup menguat pada perdagangan di Senin (5/1). Investor tengah menimbang potensi dampak terhadap aliran minyak mentah menyusul penangkapan sosok dari Presiden Venezuela, Nicolas Maduro.

Dilansir dari Reuters, Selasa (6/1), Minyak Brent ditutup naik 1,66% ke US$61,76. Sementara West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat (AS) menguat 1,74% ke US$58,32.

Baca Juga: Masih Beli Minyak Rusia, Trump Kembali Ancam Naikkan Tarif India

Investor mencermati perkembangan terbaru terkait penangkapan dari Maduro. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menjadi perhatian utama karena menyatakan akan mengambil alih kendali, yang menimbulkan ketidakpastian terhadap masa depan ekspor minyak dari Venezuela.

“Ketidakpastian bagi pasar minyak adalah bagaimana aliran minyak dari Venezuela akan berubah akibat tindakan dari Amerika Serikat,” ungkap Analis Aegis Hedging.

Trump disebut tidak berkonsultasi terkait dengan penangkapan tersebut dengan perusahaan minyak besar seperti Exxon Mobil, ConocoPhillips dan Chevron Corp.

Produksi Venezuela soal minyak diketahui telah merosot tajam dalam beberapa dekade terakhir akibat salah kelola dan minimnya investasi asing menyusul nasionalisasi industri minyak pada awal 2000-an. Produksi minyak negara tersebut rata-rata hanya sekitar satu juta barel per hari tahun lalu, atau setara sekitar satu persen dari total produksi global.

Adapun Presiden Sementara Venezuela menyatakan kesediaannya untuk bekerja sama dengan Amerika Serikat. Namun Trump membuka kemungkinan intervensi lebih lanjut.

Baca Juga: Bukannya Dapat Pujian, Ulah Trump Malah Panen Cacian dari Rakyat AS, 'Kedok Perangi Narkoba Padahal Incar Minyak'

Sementara Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya memutuskan untuk mempertahankan tingkat produksi mereka, memberikan faktor penyeimbang di tengah meningkatnya risiko geopolitik global.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Advertisement

Bagikan Artikel: