Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Revitalisasi Satuan Pendidikan di Medan Ditargetkan Selesai Paling Lambat Akhir Januari 2026

Revitalisasi Satuan Pendidikan di Medan Ditargetkan Selesai Paling Lambat Akhir Januari 2026 Kredit Foto: Ist
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mengungkapkan revitalisasi satuan pendidikan di Kota Medan, Sumatera Utara, paling lambat ditargetkan selesai pada akhir Januari 2026.

Di Sumut sendiri  pada 2025 terdapat 897 satuan pendidikan penerima bantuan revitalisasi dengan total anggaran Rp852,49 miliar yang menjangkau seluruh jenjang pendidikan.

Baca Juga: Purbaya Tetap Pungut Bea Keluar Batu Bara Per 1 Januari 2026, Nilainya Capai 11%

Berdasarkan progres pelaksanaan, 39 persen satuan pendidikan telah menyelesaikan revitalisasi dengan progress 100 persen, 13,8 persen lainnya pada progres 95-99 persen, dan sisanya masih dalam tahap penyelesaian.

Ini disampaikan Mendikdasmen dalam sambutannya pada Peresmian Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2025 yang berlangsung di SMK Negeri 7 Medan, beberapa waktu lalu.

“Khusus di Kota Medan, bantuan revitalisasi diberikan kepada 48 satuan pendidikan dengan total anggaran Rp47,41 miliar. Pemerintah menargetkan seluruh proses revitalisasi satuan Pendidikan di Kota Medan dapat diselesaikan paling lambat akhir Januari 2026 agar dapat dimanfaatkan secara optimal untuk pembelajaran,” tutur Menteri Mu’ti, dikutip dari siaran pers Kemendikdasmen, Selasa (6/1).

Selain revitalisasi sarana prasarana, pemerintah juga memperkuat kualitas pembelajaran melalui Program Digitalisasi Pembelajaran. Pada tahun 2025, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah mendistribusikan 288.865 Papan Interaktif Digital (PID) ke satuan pendidikan di seluruh Indonesia.

Di Provinsi Sumatra Utara, sebanyak 17.073 PID telah diterima oleh satuan pendidikan dan akan dimanfaatkan mulai semester genap Tahun Ajaran 2025/2026. Sementara itu, di Kota Medan, sebanyak 2.047 PID juga telah didistribusikan ke berbagai jenjang pendidikan guna mendukung pembelajaran yang lebih interaktif dan adaptif.

Berkaitan dengan hal tersebut, Menteri Mu’ti menegaskan bahwa Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran merupakan dua pilar utama transformasi pendidikan nasional. “Melalui revitalisasi dan digitalisasi, kami ingin memastikan sekolah menjadi ruang belajar yang aman, nyaman, dan relevan dengan kebutuhan zaman,” ujar Mendikdasmen.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Sumatra Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, menyampaikan apresiasi kepada Kemendikdasmen atas dukungan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran yang berlangsung di Provinsi Sumatra Utara. Dalam sambutannya, Gubernur Bobby menegaskan bahwa percepatan revitalisasi sarana dan prasarana sekolah serta penguatan digitalisasi pembelajaran menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan pemerataan akses di seluruh wilayah Sumatra Utara. 

“Program revitalisasi dan digitalisasi pembelajaran sangat penting untuk mendorong peningkatan mutu pendidikan. Pemerintah Provinsi Sumatra Utara berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah pusat dalam pelaksanaannya,” ujar Gubernur Bobby.

Apresiasi Penerima Manfaat Program

Selanjutnya, selaku penerima manfaat program, Kepala SMKN 7 Medan, Herawati Lubis, juga turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kemendikdasmen atas dukungan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran yang diterima SMKN 7 Medan pada tahun 2025. SMKN 7 Medan menerima bantuan revitalisasi senilai Rp3,17 miliar yang dimanfaatkan untuk peningkatan sarana dan prasarana pendidikan. Selain bantuan revitalisasi, Herawati menyebut bahwa sekolahnya juga memperoleh dukungan Digitalisasi Pembelajaran berupa perangkat pembelajaran digital yang memperkuat proses belajar mengajar berbasis teknologi.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

Advertisement

Bagikan Artikel: