Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Sekolah Rakyat Hadirkan Kesetaraan Akses Pendidikan Nasional

Sekolah Rakyat Hadirkan Kesetaraan Akses Pendidikan Nasional Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, mengungkapkan bahwa sekolah rakyat, yang merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto, menghadirkan kesetaraan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu dan rentan di seluruh Indonesia.

Selain itu, sekolah rakyat juga memberikan akses pendidikan yang bermutu, sehingga dapat membantu memutus rantai kemiskinan. Ini disampaikan Menteri PPPA saat meninjau kegiatan belajar-mengajar di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Provinsi Bali.

“Sekolah Rakyat merupakan bagian dari Program Prioritas Presiden untuk memperluas akses pendidikan yang bermutu dan setara bagi seluruh anak bangsa. Pendidikan adalah kunci utama untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi,” ujar Menteri PPPA.

Menteri PPPA berharap Sekolah Rakyat dapat menjadi contoh sebagai sekolah yang menciptakan kondisi dimana anak belajar dengan aman dan nyaman. Menteri PPPA menekankan perlindungan anak tidak hanya dimaknai sebagai upaya mencegah kekerasan fisik, tetapi juga memastikan terciptanya suasana belajar yang aman, inklusif, dan suportif, sehingga anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal, baik dari sisi psikologis maupun sosial.

“Sekolah harus menjadi ruang yang membuat anak merasa dihargai, didengar, dan dilindungi. Ketika anak merasa aman dan nyaman, maka proses belajar akan berlangsung lebih maksimal dan karakter positif mereka dapat terbentuk dengan baik,” ungkap Menteri PPPA.

Menteri PPPA menyampaikan apresiasi kepada para guru dan tenaga kependidikan atas dedikasi mereka dalam membentuk lingkungan belajar yang mendukung penguatan karakter, kedisiplinan, serta nilai gotong royong di kalangan siswa.

Kepala SRMP 17 Tabanan, Putu Jaya menyampaikan, saat ini SRMP 17 Tabanan memiliki 74 siswa yang seluruhnya berasal dari keluarga kurang mampu. Putu Jaya mengungkapkan perubahan paling signifikan yaitu mulai terbentuknya karakter anak-anak di Sekolah Rakyat yang semakin baik.

“Perubahan yang paling terlihat adalah kedisiplinan, semangat gotong royong, serta rasa tanggung jawab mereka yang semakin kuat. Kami merasa terharu sekaligus bangga melihat anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu kini dapat bersekolah di sekolah yang bermutu dan memiliki fasilitas yang baik,” ujar Putu Jaya.

Baca Juga: Indonesia Siap Masuk Rantai Nilai Semikonduktor Dunia

Putu Jaya berharap Sekolah Rakyat dapat semakin diperluas jangkauannya agar lebih banyak anak dari keluarga kurang mampu yang mendapatkan kesempatan serupa.

“Menurut saya, jalur pendidikan adalah hal yang paling utama dalam mengentaskan kemiskinan. Jika akses pendidikan dibuka seluas-luasnya, maka masa depan anak-anak akan jauh lebih cerah,” tambah Putu Jaya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

Bagikan Artikel: