Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Wall Street Menguat, Reli Saham Bawa Dow Jones Cetak Rekor Baru!

Wall Street Menguat, Reli Saham Bawa Dow Jones Cetak Rekor Baru! Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Bursa Saham Amerika Serikat (AS) Wall Street menguat pada Selasa (6/1). Saham-saham chip melonjak seiring bangkitnya optimisme terhadap kecerdasan buatan (AI).

Dilansir dari Reuters, Rabu (7/1) Indeks S&P 500 naik 0,62% ke 6.944,55. Nasdaq Composite menguat 0,61% ke 23.537,96. Sementara Dow Jones Industrial Average naik 1,02% ke 49.476,54.

Baca Juga: Menkeu Jepang Dukung Bursa Saham Integrasikan Perdagangan Kripto

BofA Global Research menaikkan target harga saham perusahaan farmasi dari Moderna. Hal tersebut mebuat saham perusahaan terkait melonjak naik.

Saham-saham teknologi memori dan penyimpanan juga reli. CEO Nvidia Jensen Huang memaparkan detail teknologi baru, termasuk lapisan tambahan dalam teknologi penyimpanan yang memicu optimisme baru terhadap prospek AI.

“Saya pikir kita akan melihat musim laporan keuangan yang sangat kuat untuk Big Tech. Semua estimasi belanja modal yang kita dengar kemungkinan akan direvisi naik lagi,” kata Manajer Portofolio Argent Capital, Jed Ellerbroek.

Investor kini menantikan rilis data ekonomi yang lebih andal seiring meredanya dampak penutupan pemerintah federal yang memecahkan rekor. Data yang akan dirilis termasuk laporan Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS) Desember.

Data ketenagakerjaan yang lebih lemah dari perkiraan berpotensi memperkuat alasan bagi bank sentral untuk memangkas suku bunga.

Sementara data terbaru menunjukkan indeks manajer pembelian komposit final turun ke 52,7 di Desember. Purchase Manager Index (PMI) sektor jasa juga melemah menjadi 52,5.

Baca Juga: Bursa Asia Menguat, Indeks Saham Jepang Cetak Rekor!

Adapun Presiden Federal Reserve Richmond Tom Barkin kembali menegaskan sikap hati-hati bank sentral terkait penurunan suku bunga lebih lanjut, berlawanan dengan pandangan Gubernur Fed Stephen Miran.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Advertisement

Bagikan Artikel: