Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Wall Street Mixed, Saham Keuangan dan Teknologi Jadi Sorotan Investor AS

Wall Street Mixed, Saham Keuangan dan Teknologi Jadi Sorotan Investor AS Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Bursa Saham Amerika Serikat (AS) Wall Street ditutup mixed pada perdagangan di Rabu (7/1). Ia mendapatkan tekanan datang dari saham-saham sektor keuangan, sementara saham teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) mendorong penguatan dalam Nasdaq.

Dilansir dari Reuters, Kamis (8/1), S&P 500 turun 0,34% ke 6.920,93, Dow Jones Industrial Average melemah 0,94% ke 48.996,08. Sementara Nasdaq Composite justru naik 0,16% ke 23.584,28.

Baca Juga: Ada yang Borong Saham INTA Senilai Rp22,36 Miliar

Pelemahan pasar saham terutama dipicu oleh penurunan saham perusahaan keuangan besar, termasuk JPMorgan Chase dan Blackstone. Saham JPMorgan turun menyusul penurunan rekomendasi saham bank tersebut menjadi “peer perform” dari sebelumnya “outperform”.

Saham perusahaan akuisisi perumahan juga tertekan tajam menyusul pengumuman dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Ia mengatakan akan melarang entitas tertentu membeli rumah keluarga tunggal, sebagai bagian dari upaya menekan harga rumah.

Di sisi lain, saham-saham teknologi kembali menjadi incaran investor. Nvidia, Microsoft dan Alphabet menguat seiring kembalinya minat pada saham akal imitasi, setelah sebelumnya muncul kekhawatiran valuasi sektor tersebut terlalu tinggi.

Adapun Anthropic berencana untuk melakukan penggalangan dana bernilai miliaran dolar, yang diperkirakan akan menilai perusahaan pengembang chatbot itu hingga US$350 miliar. Valuasi tersebut akan melampaui nilai pasar banyak perusahaan besar, termasuk Advanced Micro Devices, Chevron dan Wells Fargo.

“Investor memasuki tahun ini dengan pola yang mirip tahun lalu: beli saham teknologi dan abaikan yang lain. Rumor bahwa reli akal imitasi sudah berakhir ternyata tidak benar,” kata Chief Executive Officer (CEO) Longbow Asset Management, Jake Dollarhide.

Dari sisi data ekonomi, laporan menunjukkan lowongan pekerjaan turun lebih dari perkiraan pada November. Sementara laporan terbaru mencatat pertumbuhan lapangan kerja sektor swasta lebih lemah dari ekspektasi pada Desember. Meski demikian, data tersebut tidak banyak mengubah pandangan pasar terkait kemungkinan pemangkasan suku bunga dari Federal Reserve (The Fed).

Baca Juga: Ini Saham-saham Pilihan Asing Saat IHSG Kembali Cetak Rekor

AS juga menjadi sorotan usai menyita kapal tanker berbendera Rusia. Kapal itu sendiri terkait dengan Venezuela. Gedung Putih juga mengonfirmasi bahwa pemerintah tengah membahas opsi, termasuk militer, untuk menguasai Greenland.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Advertisement

Bagikan Artikel: