Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Timothy Ronald Ungkap 5 Level Perjalanan Menuju Kebebasan Finansial

Timothy Ronald Ungkap 5 Level Perjalanan Menuju Kebebasan Finansial Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Investor muda sekaligus pengusaha Timothy Ronald membagikan pandangannya mengenai makna kebebasan finansial. Menurutnya, kebebasan finansial merupakan sebuah proses perjalanan yang panjang.

Berdasarkan pengalamannya, ada lima level finansial yang bisa dimulai dari nol hingga membangun aset berskala triliunan rupiah.

Level ini menekankan bahwa kebebasan finansial bukanlah sesuatu yang bisa diraih secara instan, melainkan proses yang membutuhkan disiplin, pengelolaan mindset, hingga strategi yang tepat.

5 Level Menuju Kebebasan Finansial

1. Survival

Pada tahap ini, individu hidup dari gaji ke gaji, terjebak cicilan dan tidak memiliki tabungan. Tak selalu berjalan mulus, tekanan mental tinggi, dan kejadian tak terduga dapat langsung menjatuhkan kondisi finansial.

Untuk keluar dari level ini, diperlukan tiga langkah utama, yaitu disiplin dalam membuat dan menjalankan anggaran, melunasi utang dari nominal terkecil ke terbesar, serta membangun dana darurat sebagai fondasi keuangan. 

Baca Juga: Potensi Untung Tinggi, Ini 5 Instrumen Investasi Populer untuk Raih Tujuan Finansial

2. Financial Stability

Kondisi ini dicapai saat individu mulai hidup stabil, mampu memenuhi kebutuhan tanpa stres harian, dan memiliki dana darurat likuid hingga 12 bulan pengeluaran.

Namun level ini disebut sebagai “zona tipuan” karena masih sangat rentan terhadap kejadian besar yang dapat mengembalikan seseorang ke level sebelumnya.

3. Financial Independence

Pada level ini, individu memiliki aset sekitar Rp15 miliar, yang memungkinkan hidup dari hasil investasi tanpa perlu bekerja. Untuk mencapai level ini masih cukup sulit, terbukti hanya 0,06% orang Indonesia yang berhasil mencapainya. 

Menurut Timothy, kuncinya adalah mengubah mindset dari menabung menjadi compound investing, fokus pada aset berimbal hasil tinggi, di atas 15% CAGR, serta menerapkan savings rate agresif. 

4. Financial Freedom

Pada level ini, kebebasan finansial bukan hanya bicara soal aset senilai Rp150 miliar, namun memiliki kebebasan waktu dan tempat.

Baca Juga: Realisasi Investasi Naik, RI Berupaya Keluar dari Middle Income Trap

Kebebasan yang tidak lagi mewajibkan seseorang untuk bekerja pada waktu tertentu, tidak bisa “dipanggil” oleh siapa pun, dan memiliki gaya hidup setara dengan kalangan ultra-kaya. 

5. Financial Purpose

Tahapan tertinggi ini memungkinkan individu menggunakan kekayaannya untuk tujuan yang lebih besar dan berdampak luas bagi masyarakat di berbagai bidang seperti pendidikan, kesehatan, teknologi, atau kemanusiaan.

Pada level ini, kekayaan yang bersifat materialistik diubah menjadi alat untuk melayani orang lain dan menciptakan perubahan.

Mayoritas orang mungkin tidak akan mencapai level tertinggi. Namun, Timothy Ronald yakin dengan mengikuti prosesnya secara konsisten, sangat mungkin bagi seseorang untuk naik dari satu level ke level lainnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: