Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

OJK Catat Lonjakan Pembiayaan Pindar Saat Ramadan

OJK Catat Lonjakan Pembiayaan Pindar Saat Ramadan Kredit Foto: Azka Elfriza
Warta Ekonomi, Jakarta -

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan bahwa penyaluran pembiayaan pinjaman daring (pindar) meningkat pada periode Ramadan seiring melonjaknya kebutuhan likuiditas masyarakat. Tren tersebut konsisten terjadi dalam dua tahun terakhir, terutama didorong oleh meningkatnya pembiayaan konsumtif.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (KE PVML) OJK, Agusman, mengatakan peningkatan penyaluran pembiayaan pindar berulang setiap Ramadan. 

“Pada periode Ramadan, penyaluran pendanaan Pindar cenderung menunjukkan peningkatan,” ujar Agusman, dalam lembar jawaban tertulis pada Senin (12/1/2026).

Baca Juga: OJK Catat Bank Salurkan Rp60,79 Triliun ke Pindar, Jadi Penyumbang Terbesar!

OJK mencatat, pada Ramadan 2024 atau Maret 2024, penyaluran pendanaan pindar tumbuh 8,90% secara month to month (mtm). Sementara itu, pada Ramadan 2025 atau Maret 2025, pertumbuhan penyaluran pendanaan mencapai 3,80% mtm. 

Menurut Agusman, peningkatan pembiayaan pada periode Ramadan berkaitan erat dengan meningkatnya kebutuhan konsumsi masyarakat. Kenaikan belanja rumah tangga untuk kebutuhan pangan, transportasi, hingga persiapan hari raya mendorong permintaan likuiditas jangka pendek, yang sebagian dipenuhi melalui layanan pindar.

Ia menyampaikan bahwa pada November 2025, outstanding pendanaan konsumtif mencapai Rp63,63 triliun atau setara 67,09% dari total outstanding industri pindar. Sementara itu, pembiayaan untuk sektor produktif hanya mencakup 32,91% dari total outstanding.

“Penyaluran pendanaan Pindar saat ini masih didominasi pendanaan konsumtif,” ujar Agusman.

Baca Juga: OJK Temukan 24 Pindar Bermasalah Kredit, TWP90 Lampaui 5%

Selain itu, Agusman juga mengatakan bahwa pembiayaan konsumtif masih mendominasi struktur pembiayaan pindar. Tercatat, pada November 2025, outstanding pendanaan konsumtif mencapai Rp63,63 triliun atau setara 67,09% dari total outstanding industri pindar. Adapun pembiayaan sektor produktif mencakup 32,91% dari total outstanding.

“Penyaluran pendanaan Pindar saat ini masih didominasi pendanaan konsumtif,” ujar Agusman.

Kondisi ini dinilai turut memperkuat pola peningkatan pembiayaan pada periode Ramadan, yang secara historis berkaitan erat dengan peningkatan aktivitas konsumsi rumah tangga.

Sebagai informasi, outstanding pembiayaan pindar secara keseluruhan pada November 2025 tumbuh 25,45% secara year on year (yoy) dengan nilai nominal mencapai Rp94,85 triliun. Sedangkan, dari sisi risiko kredit macet atau tingkat wanprestasi lebih dari 90 hari atau TWP90 berada di level 4,33%.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri

Advertisement

Bagikan Artikel: