- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
Prabowo Beri Mandat Khusus ke Dirut Pertamina: Siapa yang Tidak Bagus, Pecat!
Kredit Foto: Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberikan instruksi khusus kepada Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri untuk segera mengembalikan marwah perusahaan dan meraih kepercayaan publik kembali dengan tidak ragu memecat oknum tidak kompeten hingga pemburu rente yang merugikan negara.
Ia menegaskan Pertamina bukan sekadar perusahaan pencari laba, melainkan pemegang mandat strategis negara dengan nilai aset mencapai US$ 100 miliar. Namun, ia tidak menutup mata atas persepsi negatif publik terhadap manajemen perusahaan pelat merah tersebut.
"Kita harus akui, jangan kita tutup-tutupi. Rakyat merasa terjadi manajemen dan permainan tidak sehat di Pertamina serta pengaturan ESDM kita. Ada orang-orang Indonesia yang pinter tapi serakah, mengatur impor dari luar untuk manipulasi harga demi memperkaya segelintir orang di atas penderitaan rakyat," tegas Prabowo, saat meresmikan proyek strategis nasional Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Senin (12/1/2026).
Baca Juga: Habiskan Rp123 Triliun, Kilang Minyak Terbesar RI Akhirnya Diresmikan Prabowo
Prabowo pun memberikan wewenang penuh kepada Simon untuk melakukan perombakan besar-besaran bila diperlukan. "Saya kasih wewenang seluas-luasnya, siapa yang Anda nilai tidak bagus, pecat! Jangan ragu-ragu, demi bangsa dan rakyat harus tega. Banyak anak muda hebat yang siap menggantikan. Cari mereka," tegas Prabowo.
Ia juga memperingatkan para direksi BUMN yang dianggapnya "dablek" atau tidak tahu malu karena tetap meminta bonus (tantiem) di tengah kinerja perusahaan yang merosot.
Prabowo menyebut praktik penggelembungan anggaran (mark up) kini sangat mudah dideteksi teknologi dan ia melabeli hal tersebut sebagai "pencurian di siang bolong".
"Kalau pemimpinnya maling, anak buah pasti tahu. Di tentara, pemimpin yang maling dijuluki 'kapal kerok' dan nama itu akan melekat seumur hidup. Saya ingin Pertamina memiliki nafas pejuang, ksatria, dan patriot," tambahnya.
Baca Juga: Presiden Prabowo Resmikan Kilang Balikpapan, Tonggak Kedaulatan Energi Nasional
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri menegaskan komitmennya untuk menjalankan mandat Presiden. Simon mengungkapkan bahwa pesan Prabowo telah menjadi pedoman utama sejak hari kedua dirinya menjabat.
"Beliau hanya berpesan kepada kami, Pertamina adalah soko guru dan tumpuan bangsa Indonesia. Setialah kepada rakyat Indonesia, setialah kepada Merah Putih. Pesan itulah yang selalu menjadi dasar bagi kami," kata Simon.
Terkait proyek RDMP Balikpapan, Simon menjelaskan bahwa fasilitas ini merupakan jantung dari kemandirian energi nasional. Dengan adanya unit Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC), Pertamina mampu mengolah residu menjadi produk bernilai tinggi, sekaligus meningkatkan kapasitas produksi dari 260.000 barel menjadi 360.000 barel per hari dengan standar Euro 5.
Baca Juga: Pertamina Temukan Cadangan Migas Baru di Blok Mahakam
"Ini adalah salah satu wujud dan hari ini adalah tonggak sejarah dari ikhtiar panjang kita sebagai bangsa untuk dapat semakin meningkatkan kemandirian kita di bidang energi. Kita dapat menunjukkan bahwa kita dapat berdiri di atas kaki kita sendiri," jelas Simon.
Ia memastikan seluruh "Perwira" Pertamina, sebutan untuk karyawan Pertamina, akan bekerja lebih profesional dan berintegritas sesuai dengan visi Asta Cita, khususnya dalam mencapai swasembada energi dan hilirisasi.
"Kami insan Perwira Pertamina berkomitmen untuk bekerja lebih keras, lebih giat, lebih unggul, lebih profesional, lebih berintegritas... Karena kami yakin, kedaulatan energi adalah menyangkut martabat dan kehormatan bangsa," pungkasnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait:
Advertisement