Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Spekulasi Suku Bunga AS, Buat Saham Emiten Emas Pesta Pora

Spekulasi Suku Bunga AS, Buat Saham Emiten Emas Pesta Pora Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Saham emiten emas menguat tajam pada perdagangan Rabu (14/1/2026) di Bursa Efek Indonesia (BEI), seiring lonjakan harga emas global yang kembali mendekati rekor tertinggi. Penguatan terjadi di tengah spekulasi pasar terkait peluang pemangkasan suku bunga acuan Amerika Serikat serta meningkatnya minat investor terhadap aset lindung nilai.

Berdasarkan pantauan hingga pukul 10.00 WIB, mayoritas saham berbasis emas bergerak di zona hijau. Saham PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) mencatat kenaikan tertinggi dengan lonjakan 9,69 persen ke level Rp1.925 per saham. PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) menguat 9,32 persen ke Rp645 per saham, disusul PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) yang naik 6,67 persen.

Penguatan juga terjadi pada saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) yang naik 5,85 persen serta PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang menguat 4,90 persen. Sementara itu, saham PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) naik 2,33 persen dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) bergerak menguat tipis 0,32 persen.

Baca Juga: Cetak ATH Baru, Harga Emas Antam Hari Ini Sentuh Rp2.665.000 per Gram

Kinerja positif saham-saham tersebut sejalan dengan pergerakan harga emas dunia yang menembus level USD4.623 per troy ons pada Rabu pagi. Harga tersebut mendekati rekor intraday sebelumnya dan mencerminkan meningkatnya permintaan emas sebagai safe haven. Pada perdagangan Selasa, harga emas sempat terkoreksi 0,25 persen ke level USD4.586 per troy ons setelah menyentuh posisi tertinggi harian di USD4.634,33 per troy ons.

Dalam risetnya, Ashmore menyebut pasar global saat ini mencermati sinyal pelonggaran kebijakan moneter Amerika Serikat. Data ekonomi terbaru menunjukkan tekanan inflasi inti mulai mereda pada Desember, sehingga memperkuat persepsi bahwa inflasi berada dalam tren melandai. Kondisi tersebut membuka ruang bagi bank sentral AS untuk mempertimbangkan pemangkasan suku bunga setelah periode pengetatan agresif.

Baca Juga: Harga Emas Cetak Rekor Tertinggi, Didorong Data Inflasi AS

Ashmore juga mencatat kontrak berjangka suku bunga mengindikasikan pelaku pasar masih terbelah antara ekspektasi dua hingga tiga kali pemangkasan suku bunga The Federal Reserve sepanjang tahun ini. Ekspektasi pasar tersebut dinilai lebih agresif dibandingkan proyeksi median para pembuat kebijakan AS yang sebelumnya hanya mengisyaratkan satu kali pemangkasan.

Selain faktor moneter, permintaan emas turut ditopang oleh meningkatnya ketidakpastian global. Kekhawatiran terhadap independensi The Federal Reserve kembali mencuat menyusul penyelidikan pidana yang diluncurkan jaksa Amerika Serikat terkait kesaksian Ketua The Fed Jerome Powell pada pertengahan tahun lalu. Situasi tersebut menambah volatilitas pasar keuangan global dan mendorong investor beralih ke aset lindung nilai, termasuk emas.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Uswah Hasanah
Editor: Annisa Nurfitri

Advertisement

Bagikan Artikel: