Kredit Foto: Istimewa
CEO PNC Bank, Bill Demchak mengkritik dorongan industri kripto untuk menawarkan imbal hasil atau bunga pada stablecoin, dengan menilai aset tersebut mencoba menjalankan dua fungsi sekaligus tanpa pengawasan ketat seperti di sektor perbankan.
Demchak mengatakan perdebatan saat ini berfokus pada definisi dalam Genius Act. Hal ini khususnya terkait apakah imbal hasil dapat dikategorikan sebagai bunga pada stablecoin, yang sebelumnya dilarang dalam aturan tersebut dan kini ingin direvisi melalui Clarity Act.
Baca Juga: Pakistan Jajaki Pembayaran Stablecoin Lintas Negara
Menurut Demchak, stablecoin awalnya diciptakan sebagai alat pembayaran untuk memindahkan dana secara lebih efisien, bukan sebagai produk investasi. Ia menegaskan stablecoin tidak dipasarkan maupun diatur sebagai instrumen investasi.
Namun, ia menilai situasi berubah ketika stablecoin mulai menawarkan bunga. Dalam kondisi tersebut, stablecoin akan menyerupai produk keuangan yang sudah dikenal dalam sistem perbankan dan pasar modal.
“Jika mereka ingin membayar bunga, maka mereka seharusnya mengikuti proses regulasi yang sama,” kata Demchak, dilansir Senin (19/1).
Ia menambahkan, stablecoin berbunga akan terlihat sangat mirip dengan dana pasar uang pemerintah.
Di Amerika Serikat (AS), hal tersebut tengah menjadi perdebatan legator dan pembuat undang-undang mengenai kerangka pengawasan stablecoin, termasuk apakah penerbit boleh menawarkan imbal hasil tanpa tunduk pada aturan yang berlaku bagi bank atau dana pasar uang.
Baca Juga: Kripto Hingga Stablecoin, Ripple Perluas Jejak Regulasi Terkait E-money di Eropa
Demchak menegaskan perbankan mendorong pemisahan yang jelas antara mekanisme pembayaran dan produk investasi. Ia menilai suatu instrumen tidak seharusnya menjalankan kedua fungsi tersebut secara bersamaan tanpa regulasi yang setara.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait:
Advertisement