Kredit Foto: Reuters/US Army/Ken Scar
Korea Selatan buka suara terkait kebijakan tarif sebesar dua puluh lima persen atas sejumlah chip komputasi canggih yang diterapkan oleh Amerika Serikat (AS).
Menteri Perdagangan Korea Selatan Yeo Han-koo mengatakan langkah awal tersebut menyasar chip kecerdasan buatan produksi Nvidia dan AMD. Sementara itu, chip memori yang menjadi komoditas ekspor utama perusahaan lokalnya saat ini tidak termasuk dalam kebijakan tersebut.
Baca Juga: Hug Concert Satukan Musisi Indonesia dan Korea di NICE PIK
“Karena chip memori yang terutama diekspor perusahaan negara kami dikecualikan, dampak langsungnya diperkirakan terbatas,” kata Yeo, dilansir Senin (19/1).
Namun Yeo mengingatkan bahwa situasi masih belum sepenuhnya aman. Ia menyoroti ketidakpastian terkait waktu dan cakupan potensi fase kedua kebijakan tarif tersebut.
Pemerintah Korea Selatan menurutnya akan terus bekerja sama dengan pelaku industri untuk mencari hasil terbaik bagi perusahaan nasional.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menandatangani proklamasi yang menargetkan impor semikonduktor atas alasan keamanan nasional. Proklamasi tersebut menetapkan tarif dua puluh lima persen terhadap chip akal imitasi tertentu, termasuk prosesor AI H200 Nvidia dan MI325X AMD.
Baca Juga: Jepang dan Korea Selatan Perkuat Kerja Sama Keamanan dan Ekonomi di Asia Timur
Gedung Putih menyatakan tarif tersebut bersifat terbatas dan tidak berlaku untuk chip serta perangkat turunan yang diimpor untuk pusat data, startup, aplikasi konsumen non-pusat data, aplikasi industri sipil non-pusat data serta kebutuhan sektor publik dari AS.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Advertisement