Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Wacana Pembentukan BUMN Picu Reli Saham Tekstil di Bursa

Wacana Pembentukan BUMN Picu Reli Saham Tekstil di Bursa Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Wacana pembentukan badan usaha milik negara (BUMN) khusus sektor tekstil yang digarap Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) memicu reli saham tekstil di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Senin (19/1/2026). Sejumlah emiten tekstil melonjak tajam didorong ekspektasi masuknya investasi hingga US$6 miliar atau setara Rp101 triliun ke industri tersebut.

Data BEI menunjukkan, menjelang penutupan sesi I, saham-saham tekstil bergerak serempak di zona hijau, bahkan sebagian menyentuh batas auto rejection atas (ARA). Penguatan harga saham diikuti lonjakan volume dan frekuensi transaksi, mencerminkan derasnya minat beli pelaku pasar.

PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL) mencatat penguatan paling agresif. Saham BELL melonjak 34,55% ke level 148 dengan volume transaksi mencapai 319,3 juta saham dan frekuensi 20.322 kali. Pergerakan tersebut menjadikan BELL sebagai salah satu saham paling aktif diperdagangkan pada hari itu.

Baca Juga: Danantara Buka Suara Soal BUMN Tekstil Rp101 Triliun

Kenaikan signifikan juga terjadi pada PT Ever Shine Tex Tbk (ESTI) yang menguat 33,68% ke posisi 254 dengan volume transaksi 71,4 juta saham. Sementara itu, PT Indocycle Technology Group Tbk (INOV) tercatat naik 28,96% ke level 236.

Saham PT Indo Rama Synthetics Tbk (INDR) turut mencatat lonjakan dua digit. Emiten ini menguat 20,11% ke harga 4.180 dengan nilai transaksi sekitar Rp4,9 miliar. Penguatan tersebut menambah daftar saham tekstil yang terdorong sentimen rencana kebijakan pemerintah.

Penguatan juga menyebar ke emiten tekstil lainnya. PT Argo Pantes Tbk (ARGO) naik 13,17% ke posisi 1.375. PT Trisula International Tbk (TRIS) menguat 10,08% ke level 262, disusul PT Tifico Fiber Indonesia Tbk (TFCO) yang naik 9,92% ke harga 665. Saham PT Asia Pacific Fibers Tbk (POLY) menguat 8,16% ke level 53, sementara PT Sunson Textile Manufacture Tbk (SSTM) naik 5,11% ke posisi 3.290.

Reli saham tekstil ini terjadi meski rencana pembentukan BUMN tekstil masih berada pada tahap awal. CEO Danantara Rosan P. Roeslani menyatakan investasi di sektor tekstil masih difokuskan pada penyusunan feasibility study secara menyeluruh.

“Termasuk juga parameter yang kita masuk itu adalah lapangan pekerjaan. Kita terbuka untuk menerima investasi yang secara return mungkin lebih rendah dari parameter kita apabila penciptaan lapangan pekerjaan lebih tinggi,” ujar Rosan, Kamis (15/1/2026).

Baca Juga: Purbaya Siapkan Kredit Rp2 triliun untuk Dorong Ekspor Industri Tekstil dan Furnitur

Rosan menjelaskan sektor tekstil dinilai memiliki potensi besar dalam menyerap tenaga kerja. Karena itu, Danantara mencermati sejumlah industri, termasuk sektor yang saat ini menghadapi tekanan aset dan kinerja.

Namun, Danantara belum merinci bentuk dukungan yang akan diberikan. Opsi yang dipertimbangkan meliputi pembentukan entitas baru, pembiayaan, hingga skema pinjaman, dengan tingkat keterlibatan bergantung pada keyakinan terhadap kemampuan restrukturisasi dan turnaround perusahaan.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan pemerintah menyiapkan pendanaan hingga Rp101 triliun untuk pembentukan BUMN tekstil baru yang akan dijalankan oleh Danantara. Rencana tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto dalam penyusunan roadmap penyelamatan industri tekstil nasional di tengah tekanan tarif dan dinamika global.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Uswah Hasanah
Editor: Annisa Nurfitri

Advertisement

Bagikan Artikel: