Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Internet Disebut Jadi Infrastruktur Ekonomi Vital Saat Bencana

Internet Disebut Jadi Infrastruktur Ekonomi Vital Saat Bencana Kredit Foto: Komdigi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, mengatakan bahwa internet telah menjadi infrastruktur ekonomi yang vital dalam situasi bencana bahkan setara seperti kebutuhan dasar seperti air, pangan, dan listrik.

Ia menekankan, keberlanjutan konektivitas digital berpengaruh langsung terhadap aktivitas ekonomi darurat, distribusi bantuan, serta koordinasi pemulihan wilayah terdampak bencana.

Maka dari itu, masyarakat perlu dibekali pengetahuan agar tetap terkoneksi meski infrastruktur listrik dan jaringan konvensional lumpuh.

“Kita perlu memberikan edukasi kepada masyarakat, mungkin ada terobosan teknologi di tengah keadaan darurat. Walaupun kita menggunakan Starlink, tapi jika energinya tidak ada, kita mungkin bisa menggunakan panel surya untuk bisa terkoneksi,” jelas Nezar dalam kegiatan School of Community Networks Indonesia di Yogyakarta, dikutip pada Senin (19/1/2026).

Tak bisa dipungkiri, kini internet sudah menjadi kebutuhan fundamental yang seringkali baru disadari saat aksesnya terputus. Kondisi tersebut terlihat jelas dalam bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra di mana keterbatasan internet rupanya bisa menghambat ekonomi lokal.

“Di daerah bencana, ternyata selain air, makanan, dan listrik, telekomunikasi menjadi kebutuhan yang sangat luar biasa. Begitu internet terputus, kita baru sadar kita dalam keadaan yang kritis,” ujar Nezar.

Situasi di Bener Meriah dan Bireuen, Aceh contohnya. Pendangkalan sungai dan putusnya akses jembatan membuat sejumlah daerah terisolasi, sehingga menyulitkan perbaikan infrastruktur kelistrikan dan menara BTS. Alhasil, karena kondisi ini, distribusi informasi, bantuan logistik, serta aktivitas ekonomi masyarakat setempat ikut terhambat.

Nezar menegaskan, pemulihan jaringan telekomunikasi tidak dapat bergantung pada pemerintah semata. Maka dari itu, kolaborasi antara komunitas dan pemangku kepentingan dinilai menjadi langkah strategis.

“Strategi pemulihan jaringan telekomunikasi dalam keadaan bencana harus melibatkan semua stakeholder. Tidak bisa diserahkan hanya kepada pemerintah saja, karena dalam keadaan darurat, partisipasi semua pihak menjadi sangat strategis,” jelasnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri

Advertisement

Bagikan Artikel: