Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Tekanan Politik Lemahkan Dolar AS

Tekanan Politik Lemahkan Dolar AS Kredit Foto: Antara/Bayu Pratama S
Warta Ekonomi, Jakarta -

Dolar Amerika Serikat melemah pada perdagangan di Senin (19/1). Hal ini terjadi seiring investor merespons kembali meningkatnya ketegangan politik dan perubahan sentimen risiko di awal pekan.

Dilansir Selasa (20/1), Indeks Dolar (DXY) tercatat turun 0,36% ke 99,04. Meski demikian, indeks dolar masih menguat secara year to date hingga 0,86%.

Baca Juga: Lawan Dolar, India Dorong Integrasi Mata Uang Digital BRICS

Dalam sepekan terakhir, indeks dolar menguat. Penguatan tersebut didukung oleh data ekonomi yang solid, sehingga dolar kembali mencatatkan kenaikan mingguan meskipun sempat melemah di awal pekan.

Perkembangan politik tetap menjadi faktor utama penggerak pasar. Sejumlah laporan mengaitkan volatilitas dolar terbaru dengan penyelidikan yang melibatkan Ketua Federal Reserve Jerome Powell. 

Investor juga menyoroti perdebatan yang lebih luas mengenai independensi bank sentral dari Amerika Serikat. Pasar menilai tekanan politik terhadap bank sentral berpotensi meningkatkan premi risiko dan memengaruhi arah pergerakan dolar ke depan.

Baca Juga: Spekulasi Suku Bunga AS, Buat Saham Emiten Emas Pesta Pora

Standard Chartered menyebut pergerakan tersebut sebagai pola perdagangan “buy on the subpoena, sell on the indictment”. 

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Advertisement

Bagikan Artikel: