- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
BNBR Bakal Tambah Modal Lewat Rights Issue Usai Akuisisi Tol Cimanggis Cibitung
Kredit Foto: BNBR
PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) berencana melakukan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau right issue. Dalam aksi ini, Perseroan akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 90 miliar lembar saham baru seri E yang berasal dari saham portepel dengan nilai nominal sebesar Rp12 per lembar saham.
"Dengan menimbang kondisi pasar dan kinerja Perseroan termasuk kinerja yang diproyeksikan dari aset strategis yang baru diambilalih oleh PT Bakrie Toll Indonesia, yang merupakan perusahaan terkendali dari Perseroan, yakni PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT) pada 2025. Dengan demikian, Perseroan menilai perlu melaksanakan PMHMETD dalam rangka optimalisasi struktur pendanaan terkait pengambilalihan CCT serta mendukung modal kerja dan pengembangan usaha Perseroan dan CCT," kata manajemen.
Mengacu pada ketentuan POJK 32/2015, BNBR akan mengajukan pernyataan pendaftaran PMHMETD kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) setelah memperoleh persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Februari 2026.
Baca Juga: DEWA Amankan Perpanjangan Kontrak Tambang Rp10,5 Triliun dengan Arutmin
Aksi right issue baru dapat dieksekusi setelah pernyataan pendaftaran tersebut dinyatakan efektif oleh OJK. Sesuai Pasal 8 ayat (3) POJK 32/2015, jarak waktu antara persetujuan RUPSLB hingga efektifnya pernyataan pendaftaran maksimal 12 bulan.
"Perseroan bermaksud untuk menggunakan seluruh dana yang diterimanya dari PMHMETD (setelah dikurangi dengan seluruh biaya, ongkos, dan pengeluaran lainnya yang terkait dengan PMHMETD) untuk pembayaran kewajiban Perseroan atau anak perusahaan kepada kreditur, serta untuk modal kerja di Perseroan dan anak perusahaan," ujar manajemen.
Perseroan optimistis langkah ini akan memberikan dampak positif terhadap kinerja keuangan, sekaligus memperkuat struktur permodalan dan daya ekspansi usaha. Dengan modal yang lebih solid, BNBR berharap dapat meningkatkan kinerja operasional, mendorong pertumbuhan laba, serta memperbaiki imbal hasil investasi bagi para pemegang saham.
Baca Juga: Emiten Sandiaga Uno (SRTG) Pangkas Kepemilikan Saham NRCA
"Rencana PMHMETD akan memberikan pengaruh kepada pemegang saham yang tidak melaksanakan HMETD miliknya untuk melakukan pembelian saham baru, yang mana persentase kepemilikan saham di Perseroan akan terdilusi hingga sebanyak-banyaknya 33,33% setelah dilaksanakannya HMETD," jelas manajemen.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait:
Advertisement