Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Dolar Amerika Serikat (AS) melemah tajam pada Selasa (20/1). Ia bersiap mencatat penurunan harian terbesar dalam lebih dari sebulan, setelah ancaman tarif memicu spekulasi perang dagang dari Uni Eropa-Amerika Serikat (AS).
Dilansir dari Reuters, Rabu (21/1), Indeks Dolar (DXY) yang mengukur kinerja mata uang greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, sempat turun hingga 0,7%. Ia tertekan di tengah kekhawatiran investor terhadap eksposur mereka di Amerika Serikat.
Baca Juga: Turki Diundang Trump Buat Masuk Board of Peace
Ancaman Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dengan tarif terhadap sekutu-sekutu blok euro memicu kembali fenomena Sell America. Aksi jual meluas tidak hanya terjadi pada dolar, tetapi juga pada saham dan obligasi pemerintah dari Negeri Paman Sam.
"Investor melepas aset dolar karena kekhawatiran akan ketidakpastian berkepanjangan, hubungan aliansi yang tegang, menurunnya kepercayaan terhadap kepemimpinan, potensi retaliasi, serta percepatan tren dedolarisasi,” kata Analis Pasar IG, Tony Sycamore.
Baca Juga: Blunder Trump, Tetangga Amerika Kini Dukung Eropa Soal Greenland
Sycamore menilai tidak ada upaya mundur untuk menguasai Greenland. Hal itu akan tetap menjadi tujuan utama keamanan nasional bagi Trump.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait:
Advertisement