Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Saham Emiten Emas Ikut Berkilau Kala Harga Emas Spot Tembus Rekor

Saham Emiten Emas Ikut Berkilau Kala Harga Emas Spot Tembus Rekor Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Saham-saham emiten emas bergerak menguat pada pembukaan perdagangan Rabu (21/1), seiring melonjaknya harga emas global yang mencetak rekor tertinggi sepanjang masa atau all time high.

Mengutip Reuters, harga emas spot naik sekitar 2% ke level US$4.757,33, sementara emas berjangka melesat lebih tajam sebesar 3,7% menjadi US$4.765,80.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) langsung dibuka di zona hijau pada level Rp4.160. Hingga sesi siang, penguatan masih terjaga dengan kenaikan 150 poin atau 3,40% ke posisi Rp4.260.

Aktivitas transaksi ANTM juga ramai, dengan volume perdagangan mencapai 256,9 juta lembar, frekuensi 58,78 kali, serta nilai transaksi menembus Rp1,08 triliun.

Baca Juga: Kembali Pecahkan Rekor! Harga Emas Antam Hari Ini Lompat ke Rp2.772.000 per Gram

Kinerja positif turut terlihat pada PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA). Saham ini dibuka perkasa di Rp3.260 dan kini masih naik 140 poin atau 4,36% ke Rp3.350. Dari sisi transaksi, MDKA mencatat volume 135,7 juta lembar saham dalam 25,64 ribu kali transaksi, dengan nilai mencapai Rp450,5 miliar.

Sementara itu, PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) mengawali perdagangan dengan penguatan ke Rp2.070. Pada sesi siang ini, sahamnya terpantau naik 20 poin atau 0,99% ke level Rp2.040. 

Lebih lanjut, PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) sempat dibuka menguat ke Rp6.575 pada sesi pagi tadi, walau kini berbalik melemah 2,69% ke Rp6.325. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) juga membuka perdagangan di Rp1.335, meski kemudian turun 1,15% ke Rp1.295.

Pergerakan beragam turut terlihat pada PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) yang pagi tadi dibuka di Rp670, lalu kini terkoreksi tipis 0,76% ke Rp650. Adapun PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) sempat dibuka kuat di Rp2.650, namun saat ini merosot 2,67% ke Rp2.550.

Baca Juga: Saham Bank Jumbo Ambruk Berjamaah Jelang Pengumuman Suku Bunga BI

Sebagai informasi, kenaikan harga emas global dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik yang mendorong investor memburu aset safe haven. “Emas terus melaju ke wilayah yang belum pernah dijelajahi karena investor melakukan lindung nilai terhadap meningkatnya risiko politik,” kata Analis Pasar City Index, Fawad Razaqzada.

Ia menambahkan, pelemahan dolar turut memberi dorongan tambahan bagi logam mulia dan memperkuat reli emas di tengah goyahnya kepercayaan terhadap aset-aset dari Amerika Serikat (AS).

Sentimen pasar juga dipengaruhi ancaman tarif baru dari Presiden AS Donald Trump, yang menyebut kebijakan tersebut akan diterapkan terhadap negara-negara blok euro yang menolak pembelian dari Greenland.

Dolar tercatat berada di jalur penurunan harian terbesar dalam lebih dari sebulan, sehingga membuat emas yang diperdagangkan dalam dolar menjadi lebih murah bagi pembeli dari luar negeri. Di sisi lain, emas tetap dipandang sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi dan politik global.

Penguatan harga emas juga ditopang ekspektasi pemangkasan suku bunga AS. Pasar memperkirakan akan ada dua kali penurunan suku bunga masing-masing sebesar 25 basis poin mulai pertengahan 2026.

Razaqzada pun menargetkan harga emas dalam waktu dekat berpotensi menyentuh US$4.800 hingga US$4.900, dengan sasaran jangka panjang berada di level psikologis US$5.000.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: