Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

BI Gelontorkan Insentif Likuiditas Rp397,9 Triliun, Hampir 50% Dicairkan ke Himbara

BI Gelontorkan Insentif Likuiditas Rp397,9 Triliun, Hampir 50% Dicairkan ke Himbara Kredit Foto: Cita Auliana
Warta Ekonomi, Jakarta -

Bank Indonesia (BI) menggelontorkan insentif likuiditas sebesar Rp397,9 triliun hingga minggu pertama Januari 2026 melalui penguatan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM). Insentif terbesar disalurkan kepada kelompok bank BUMN atau Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) guna mempercepat penurunan suku bunga kredit dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, penguatan KLM yang berlaku sejak 16 Desember 2025 diarahkan untuk mempercepat penurunan suku bunga kredit dan pembiayaan perbankan, sejalan dengan penurunan suku bunga kebijakan Bank Indonesia.

“Implementasi penguatan KLM diarahkan untuk mempercepat penurunan suku bunga kredit baru melalui peningkatan besaran insentif bagi bank yang lebih cepat menurunkan suku bunga kredit,” ujar Perry dalam konferensi pers Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Januari 2026, Jakarta, Rabu (21/1/2026).

Baca Juga: BI Tahan Suku Bunga 4,75% demi Jaga Rupiah

Perry merinci, dari total insentif KLM sebesar Rp397,9 triliun tersebut, penyaluran terbesar diberikan kepada kelompok bank BUMN sebesar Rp182,9 triliun. Sementara itu, bank umum swasta nasional (BUSN) menerima Rp174,7 triliun, bank pembangunan daerah (BPD) sebesar Rp33,1 triliun, dan kantor cabang bank asing (KCBA) sebesar Rp7,2 triliun.

Secara sektoral, insentif KLM disalurkan ke sektor-sektor prioritas yang mencakup sektor pertanian, industri dan hilirisasi, sektor jasa termasuk ekonomi kreatif, sektor konstruksi, real estate, dan perumahan, serta sektor UMKM, koperasi, inklusi, dan pembiayaan berkelanjutan.

BI mencatat, kebijakan tersebut mulai berdampak pada penurunan suku bunga kredit perbankan. Suku bunga kredit turun sebesar 39 basis poin, dari 9,20% pada awal 2025 menjadi 8,81% pada Desember 2025. Meski demikian, Perry menilai upaya penurunan suku bunga dana dan kredit masih perlu terus ditingkatkan.

Baca Juga: Tok! BI Tahan BI Rate di level 4,75%

“Ke depan, upaya penurunan suku bunga dana dan kredit perbankan masih perlu terus ditingkatkan agar dapat mendorong pertumbuhan kredit lebih tinggi guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ujarnya.

Sejalan dengan penguatan KLM, BI mencatat kredit perbankan pada 2025 tumbuh sebesar 9,69% secara tahunan (year on year/yoy). Capaian tersebut berada dalam kisaran target BI sebesar 8–11% (yoy).

Menurut Perry, pertumbuhan kredit tersebut sejalan dengan langkah BI menurunkan suku bunga serta memperkuat insentif likuiditas dan dukungan terhadap realisasi program prioritas pemerintah.
“Berdasarkan kelompok penggunaan, pertumbuhan kredit investasi, kredit modal kerja, dan kredit konsumsi pada 2025 masing-masing sebesar 21,06% (yoy), 4,52% (yoy), dan 6,58% (yoy),” kata Perry.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Annisa Nurfitri

Advertisement

Bagikan Artikel: