Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

IHSG Ditutup Melemah ke Level 9.010 Usai BI Tahan Suku Bunga 4,75%

IHSG Ditutup Melemah ke Level 9.010 Usai BI Tahan Suku Bunga 4,75% Kredit Foto: Antara/Aprillio Akbar
Warta Ekonomi, Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Rabu (21/1) di zona merah setelah Bank Indonesia (BI) memutuskan mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate di level 4,75%. Mengacu data RTI, IHSG terperosok 124,37 poin atau 1,36% dan berakhir di posisi 9.010,33.

Tercatat sebanyak 546 saham melemah, sementara 179 saham berhasil menguat dan 77 saham lainnya bergerak stagnan. Dari sisi aktivitas perdagangan, volume transaksi mencapai 61,45 miliar lembar saham dengan frekuensi 4.024.982 kali, sedangkan nilai transaksi yang dibukukan menembus Rp34,02 triliun.

Saham perbankan mayoritas bergerak loyo dengan penurunan paling tajam terjadi pada PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang ambruk 3,75% ke level Rp7.700, disusul PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) turun 0,78% ke Rp3.820, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) yang merosot 0,70% ke Rp4.990.

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) juga terkoreksi 0,41% ke Rp1.215, sementara PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) melemah 0,90% ke Rp2.210. Di tengah tekanan tersebut, hanya PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) yang masih mampu bertahan di zona hijau dengan kenaikan 0,44% ke Rp4.590.

Baca Juga: BI Tahan Suku Bunga 4,75% demi Jaga Rupiah

Keputusan BI menahan suku bunga diambil dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 20–21 Januari 2026. Selain BI-Rate yang dipertahankan di 4,75%, bank sentral juga menahan suku bunga Deposit Facility di level 3,75% serta Lending Facility sebesar 5,50%.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menegaskan, langkah tersebut ditempuh untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah meningkatnya ketidakpastian global, sekaligus mendukung pencapaian sasaran inflasi dan pertumbuhan ekonomi nasional.

“Bank Indonesia pada 20 dan 21 Januari 2026 memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 4,75%. Suku bunga Deposit Facility tetap sebesar 3,75% dan suku bunga Lending Facility tetap sebesar 5,50%,” ujar Perry dalam konferensi pers virtual, Rabu (21/1/2026).

Baca Juga: Saham Emiten Emas Ikut Berkilau Kala Harga Emas Spot Tembus Rekor

Menurut Perry, kebijakan ini sejalan dengan upaya menjaga inflasi pada periode 2026–2027 agar tetap berada dalam kisaran target 2,5±1%, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat.

“Keputusan ini konsisten dengan fokus kebijakan saat ini pada upaya stabilisasi nilai tukar Rupiah dari dampak meningkatnya ketidakpastian global guna mendukung pencapaian sasaran inflasi 2026–2027,” kata Perry.

Ke depan, BI akan terus memperkuat efektivitas transmisi pelonggaran kebijakan moneter dan kebijakan makroprudensial yang telah ditempuh. Bank sentral juga akan mencermati peluang penurunan suku bunga acuan lebih lanjut dengan mempertimbangkan dinamika ekonomi global maupun domestik.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri

Advertisement

Bagikan Artikel: