Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Harga Minyak Naik Ditopang Gangguan Pasokan Kazakhstan

Harga Minyak Naik Ditopang Gangguan Pasokan Kazakhstan Kredit Foto: Kementerian ESDM
Warta Ekonomi, Jakarta -

Harga minyak dunia ditutup menguat pada perdagangan di Rabu (21/1). Kenaikan didorong optimisme pasar terhadap potensi pengetatan pasokan global setelah gangguan produksi di Kazakhstan serta rendahnya volume ekspor minyak dari Venezuela.

Dilansir dari Reuters, Brent Crude ditutup naik 0,5% ke US$65,24. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat (AS) menguat 0,4% ke US$60,62.

Baca Juga: Imbas Kebocoran Pipa TGI, Produksi Minyak PHR Berkurang 2 Juta Barel; ESDM Kejar Pemulihan dalam Dua Hari

Kazakhstan menghentikan sementara produksi di Tengiz dan Korolev. Hal itu akibat masalah distribusi listrik. Selain itu, minyak dari ladang raksasa Kashagan untuk pertama kalinya dialihkan ke pasar domestik karena hambatan pengiriman di CPC Laut Hitam.

Penghentian produksi di Tengiz dan Korolev berpotensi berlanjut selama tujuh hingga 10 hari ke depan, sehingga menambah kekhawatiran pasokan jangka pendek di pasar global.

Di Amerika Selatan, volume ekspor minyak Venezuela dalam skema kesepakatan pasokan utama senilai US$2 miliar dengan Amerika Serikat tercatat hanya sekitar 7,8 juta barel. Angka tersebut menyoroti lambatnya kemajuan yang membuat perusahaan minyak milik negara Venezuela belum mampu sepenuhnya membalikkan pemangkasan produksi sebelumnya.

Badan Energi Internasional (IEA) juga merevisi naik proyeksi pertumbuhan permintaan minyak global tahun 2026 dalam laporan pasar minyak bulanan terbarunya. Revisi tersebut mengindikasikan potensi surplus pasar yang sedikit lebih sempit pada tahun ini.

Baca Juga: DPR Kembali Soroti Kebocoran Minyak Vale, Ini Penjelasan Bos Vale

Namun, meningkatnya ketegangan geopolitik tetap membayangi pasar energi. Analis UBS Giovanni Staunovo mengatakan risiko tarif perdagangan dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi global dan menambah tekanan pada pasar minyak, sehingga mendorong sentimen risk-off di kalangan investor.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Advertisement

Bagikan Artikel: