Kredit Foto: Kemenperin
“Bidang-bidang kerja sama tersebut meliputi pengembangan standar dan kurikulum, pelaksanaan pembelajaran serta pelatihan berbasis praktik, hingga pertukaran dan kunjungan guru serta mahasiswa. Seluruh inisiatif ini sejalan dengan kebutuhan pengembangan talenta di bidang digitalisasi industri dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), sehingga mampu menghasilkan capaian yang nyata,” ujarnya.
Sejalan dengan hal tersebut, Guangzhou Electromechanical Technician College juga turut menegaskan pentingnya kolaborasi yang erat antara pemerintah, industri, dan institusi pendidikan dalam menghadapi tantangan kecerdasan industri.
“Kami berkomitmen penuh untuk menjalin kerja sama dengan Indonesia dalam pengembangan program, perancangan kurikulum, pelatihan tenaga pengajar, serta pertukaran kompetensi. Melalui kolaborasi ini, kami berharap dapat berkontribusi dalam menyiapkan sumber daya manusia yang dibutuhkan industri Indonesia untuk menghadapi era kecerdasan industri,” pungkasnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait:
Advertisement