Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Kembangkan SDM Industri, Kemenperin Perkuat Praktik Kerja Vokasi

Kembangkan SDM Industri, Kemenperin Perkuat Praktik Kerja Vokasi Kredit Foto: Kemenperin
Warta Ekonomi, Jakarta -

Dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) industri yang adaptif terhadap kebutuhan dunia usaha dan industri, pendidikan vokasi memiliki peran penting.

Sehingga Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menerapkan Praktik Kerja Industri Terstruktur (Structured Internship) yang diadaptasi dari sistem pendidikan vokasi Swiss untuk memperkuat pengembangan SDM.

Baca Juga: Pasar Saham Menguat di Tengah Konflik AS-Venezuela, Purbaya: Agak Aneh

“Pendidikan vokasi merupakan tulang punggung dalam mencetak sumber daya manusia industri yang kompeten, siap kerja, dan berdaya saing global. Melalui penguatan praktik kerja industri yang terstruktur, lulusan vokasi diharapkan memiliki kompetensi yang selaras dengan kebutuhan industri,” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, dikutip dari siaran pers Kemenperin, Selasa (6/1).

Dalam menghadapi tantangan transformasi digital serta perubahan kebutuhan kompetensi di dunia kerja, Kemenperin mendorong peningkatan kualitas pendidikan vokasi industri melalui implementasi Praktik Kerja Industri Terstruktur. Program ini mengadopsi sistem ganda (dual system), yakni proses pembelajaran yang dilaksanakan di dua tempat, di satuan pendidikan dan di perusahaan, dengan pendampingan pelatih tempat kerja yang kompeten.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Doddy Rahadi menjelaskan, langkah awal penerapan Structured Internship telah dimulai melalui kegiatan Pre-discussion Structured Internship bekerja sama dengan Swiss Skills for Competitiveness (SS4C).

“Melalui kegiatan tersebut, kami mulai memetakan kesiapan serta praktik yang telah berjalan di berbagai satuan pendidikan vokasi di lingkungan Kementerian Perindustrian,” ujar Doddy.

Penerapan Praktik Kerja Industri Terstruktur di Kemenperin tidak terlepas dari dukungan program SS4C yang didanai oleh Sekretariat Negara Swiss Urusan Ekonomi (SECO). Program ini bekerja sama dengan kementerian terkait dan industri di Indonesia untuk membangun sistem ganda pendidikan dan pelatihan vokasi melalui politeknik dan akademi komunitas terpilih, khususnya pada sektor logam, manufaktur, makanan, serta mebel dan perkayuan.

Sebagai bentuk penguatan implementasi, pada tahun 2024 Kemenperin bersama SS4C telah menerbitkan Buku Panduan Praktik Kerja Industri Terstruktur (Structured Internship Guideline). Panduan tersebut memuat prosedur lengkap pelaksanaan praktik kerja industri, mulai dari tahap persiapan, perencanaan, pelaksanaan, hingga penyelesaian, sekaligus menjelaskan peran dan tanggung jawab seluruh pihak yang terlibat.

Pada kegiatan Strategic Dialogue on Structured Internship yang digelar di Jakarta, beberapa waktu lalu, Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri, Wulan Aprilianti Permatasari, yang mewakili Kepala BPSDMI, menyampaukan hasil diskusi saat itu bahwa menunjukkan perkembangan yang cukup menggembirakan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

Advertisement

Bagikan Artikel: