Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Social Labs AI Ekspansi ke Asia Tenggara, Indonesia Jadi Basis Strategis

Social Labs AI Ekspansi ke Asia Tenggara, Indonesia Jadi Basis Strategis Kredit Foto: Cloudera
Warta Ekonomi, Jakarta -

Perusahaan teknologi behavioral intelligence asal San Francisco, Social Labs AI, resmi memulai ekspansi ke Asia Tenggara dengan menjadikan Indonesia sebagai pusat strategis penerapan teknologi untuk segmen enterprise. Langkah ini menandai debut regional perusahaan dalam mendukung penerapan teknologi kecerdasan perilaku di tingkat korporasi, seiring pesatnya pertumbuhan ekonomi digital di kawasan.

Ekspansi tersebut diumumkan seiring pembukaan operasional Social Labs AI di Indonesia yang berfungsi sebagai basis regional untuk validasi dan implementasi teknologi perusahaan. Indonesia dipilih sebagai pasar awal karena dinilai memiliki skala ekonomi digital yang besar, ekosistem kreator yang berkembang cepat, serta dinamika konten digital yang kompleks dan aktif.

Melalui kehadiran fisik di Indonesia, Social Labs AI menghadirkan dua sistem teknologi intinya, yakni SEA™ (Sentient Exposure Amplifier) dan NRM™ (Neural Redirect Matrix), yang ditujukan khusus untuk penggunaan enterprise dalam lingkungan tertutup (closed-access). SEA™ dirancang untuk mengoptimalkan momentum distribusi konten dan visibilitas organik, sementara NRM™ menyediakan analisis mendalam terhadap pola interaksi pengguna dan alur perjalanan digital (user journey).

Baca Juga: Davos 2026 Soroti AI sebagai Mesin Baru Ekonomi Global

Perusahaan menegaskan bahwa kedua teknologi tersebut dioperasikan di bawah kerangka tata kelola yang ketat serta perlindungan data yang terkontrol. Penerapan sistem dilakukan secara selektif dan terbatas bagi mitra korporasi, tanpa peluncuran publik berskala luas.

Strategi ekspansi Social Labs AI di Indonesia mengedepankan pendekatan berbasis kemitraan (partner-led execution) dengan pengawasan operasional langsung. Kehadiran tim di Indonesia berperan sebagai penghubung antara tim teknik perusahaan di Amerika Serikat dan mitra lokal, guna memastikan implementasi teknologi berjalan sesuai regulasi serta konteks pasar domestik.

“Ekspansi ini bukan sekadar memasuki pasar baru, tetapi membangun infrastruktur,” ujar juru bicara Social Labs AI dalam keterangan resmi.

“Asia Tenggara, dan Indonesia secara khusus, merepresentasikan masa depan interaksi digital. Kami berkomitmen membangun kerangka behavioral intelligence berskala enterprise yang mengedepankan performa, transparansi, dan kepatuhan.”

Baca Juga: OutSystems Ungkap Arah Baru Pemanfaatan AI di Dunia Bisnis pada Tahun 2026

Menurut perusahaan, penerapan awal di Indonesia akan menjadi dasar pengumpulan wawasan dan data pasar yang krusial bagi strategi ekspansi lanjutan di kawasan Asia sepanjang 2026. Hasil dari fase awal ini akan digunakan untuk menentukan langkah operasional dan penetrasi pasar berikutnya di negara-negara Asia Tenggara lainnya.

Social Labs AI menilai Indonesia menawarkan kombinasi unik antara skala pengguna digital, pertumbuhan ekonomi kreator, dan kebutuhan solusi teknologi enterprise yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai relevan untuk menguji dan mengoperasikan teknologi kecerdasan perilaku dalam skala besar secara bertanggung jawab.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Annisa Nurfitri

Advertisement

Bagikan Artikel:

Berita Terkait