Kredit Foto: Istimewa
World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 yang digelar di Davos, Swiss, pada 19–23 Januari 2026 menempatkan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) sebagai salah satu mesin pertumbuhan ekonomi baru.
WEF Davos 2026 mengusung tema A Spirit of Dialogue yang diterjemahkan dalam lima pertanyaan utama, salah satunya terkait pencarian sumber pertumbuhan baru dan pemanfaatan inovasi secara bertanggung jawab. Dalam kerangka tersebut, AI bersama isu keamanan siber dan tata kelola teknologi digital menjadi sorotan utama pada sesi bertajuk “How can we deploy innovation at scale and responsibly?”.
Bagi Indonesia, isu ini dinilai relevan mengingat transformasi ekonomi digital masih menghadapi tantangan struktural. Hingga 2025, Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII) mencatat tingkat adopsi AI di Indonesia baru mencapai 27,34%. Angka tersebut mencerminkan masih besarnya ruang pertumbuhan teknologi berbasis AI untuk mendorong produktivitas dan efisiensi ekonomi nasional.
Baca Juga: Di WEF Davos, Danantara Pamer Tiga Proyek Strategis
Di sisi lain, kesiapan sumber daya manusia menjadi faktor kunci. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memperkirakan kebutuhan talenta digital Indonesia mencapai 600.000 orang per tahun guna memenuhi target 9 juta talenta digital pada 2030. Kehadiran AI dinilai terhambat karena adanya kesenjangan antara kebutuhan dan ketersediaan talenta.
Maka dari itu, adanya forum Davos menjadi ruang strategis bagi pelaku ekonomi dan pembuat kebijakan untuk menyelaraskan arah pengembangan AI yang aman, inklusif, dan berorientasi pada manusia.
CEO & Co-Founder DANA Indonesia Vince Iswara mengatakan, partisipasi dalam WEF Davos menjadi bagian dari upaya memahami arah perubahan global.
Baca Juga: WEF Prediksi Pertumbuhan Ekonomi China Tembus 5%
“WEF Davos adalah forum strategis untuk memahami bagaimana dunia bergerak dan bagaimana Indonesia dapat mengambil peran yang lebih aktif. Bagi DANA, partisipasi ini sejalan dengan komitmen kami untuk mendukung kebiasaan finansial yang sehat lewat layanan keuangan digital yang aman, inklusif, dan selaras dengan keberlanjutan bumi,” ujar Vince dalam keterangannya, Selasa (20/1/2026).
Selain pelaku industri digital, ajang WEF Davos 2026 juga dimanfaatkan oleh Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia untuk menjelaskan strategi pengelolaan modal negara kepada investor global. Danantara mengelola modal negara senilai US$1 triliun.
“Salah satu perannya adalah bagaimana kemampuan Danantara mengelola modal negara senilai US$1 triliun. Ujungnya membangun confidence, kepercayaan para investor global untuk masuk ke Indonesia,” ujar Peneliti Senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Dradjad Wibowo dalam keterangannya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait:
Advertisement