Kredit Foto: Istihanah
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membantah anggapan bahwa pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) disebabkan oleh sentimen negatif terkait pengangkatan Thomas Djiwandhono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia.
“Enggak, enggak ada (sentimen negatif karena Pak Thomas menjadi Deputi Gubernur BI),” ujar Airlangga saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (28/1/2026).
Airlangga mengatakan pemerintah akan terus memantau pergerakan IHSG. Ia menyebutkan, evaluasi pasar akan dibahas bersama otoritas terkait, termasuk Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa Efek Indonesia.
“IHSG nanti kami monitor dan akan dirapatkan, mungkin dengan OJK dan pihak lain. Besok akan kita jadwalkan,” jelasnya.
Menurut Airlangga, tekanan di pasar saham lebih dipengaruhi faktor teknikal, salah satunya terkait evaluasi indeks oleh MSCI. Selain itu, BEI juga perlu melakukan evaluasi terhadap sejumlah aspek yang menjadi perhatian investor global.
“Pertama ada faktor teknikal MSCI. Kedua, tentu dari BEI perlu dilakukan evaluasi terkait apa yang diminta MSCI,” ujarnya.
Baca Juga: Jangan Panik, Rapor Merah IHSG bisa jadi Peluang Datangkan Cuan
Terkait isu transparansi, Airlangga menegaskan bahwa hal tersebut merupakan prasyarat umum bagi seluruh penyelenggara pasar modal dan dapat terus ditingkatkan melalui mekanisme yang sudah banyak dipraktikkan di berbagai negara.
Menanggapi kekhawatiran investor, Airlangga mengimbau agar pelaku pasar tidak panik. Ia menegaskan bahwa fluktuasi harga saham merupakan risiko yang wajar.
“Enggak perlu panik. Kalau saham, risikonya setiap hari ada yang naik dan ada yang turun,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Airlangga juga membantah mengenai banyaknya investor asing yang hengkang akibat anjloknya IHSG.
"Belum, belum (ada yang kabur)," jelas Airlangga.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Istihanah
Editor: Istihanah
Tag Terkait:
Advertisement