Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Ada Aturan Baru Investasi Asuransi, Zurich Masih Parkir Dana di SBN

Ada Aturan Baru Investasi Asuransi, Zurich Masih Parkir Dana di SBN Kredit Foto: Azka Elfriza
Warta Ekonomi, Jakarta -

Batas maksimum investasi di instrumen saham bagi industri asuransi dan dana pensiun (dapen) resmi dinaikkan pemerintah dari sebelumnya 8% menjadi 20%. Meski demikian, pelaku industri asuransi masih mempertahankan strategi investasi konservatif dengan menempatkan porsi terbesar pada obligasi negara guna menjaga solvabilitas serta memenuhi kewajiban jangka panjang kepada nasabah.

Direktur Utama PT Zurich General Takaful Indonesia (Zurich Syariah) Hilman Simanjuntak mengatakan, kebijakan peningkatan batas investasi saham tersebut tidak serta-merta mengubah strategi investasi Zurich Indonesia yang terdiri dari PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk, PT Zurich General Takaful Indonesia, dan PT Zurich Topas Life.

“Kita fokus bagaimana manage aset investasi secara hati-hati, kemudian menyesuaikan dengan profil liabilitas. Jadi basically tujuan kita manage investasi ini adalah agar kita bisa memenuhi kewajiban dengan baik,” ujar Hilman dalam Diskusi Media di Jakarta, Senin (9/3/2026).

Menurut Hilman, strategi investasi perusahaan asuransi pada dasarnya diarahkan untuk memastikan kemampuan memenuhi kewajiban kepada pemegang polis. Oleh karena itu, pengelolaan portofolio dilakukan dengan mempertimbangkan profil liabilitas serta kebutuhan likuiditas perusahaan.

Dalam praktiknya, Zurich Indonesia masih menjadikan obligasi pemerintah sebagai instrumen utama dalam portofolio investasinya. Hilman menilai instrumen tersebut paling sesuai dengan kebutuhan perusahaan saat ini.

“Sampai saat ini instrumen investasi yang paling tepat untuk kebijakan dan strategi investasi Zurich adalah di government bonds,” katanya.

Pelonggaran batas investasi saham hingga 20% juga dinilai tidak akan langsung mengubah arah strategi investasi perusahaan dalam waktu dekat. Fokus utama perusahaan tetap menjaga stabilitas keuangan dan kecukupan modal.

Baca Juga: Mudik Lebaran Dongkrak Bisnis Asuransi Travel dan Kendaraan Zurich

Baca Juga: Tata Kelola dan Manajemen Risiko Jadi Kunci Pembenahan Industri Asuransi Nasional

Baca Juga: OJK Siapkan Reformasi RBC Industri Asuransi, Aturan Baru Berlaku 2027

“Kami tetap fokus menggunakan investasi ini untuk menjaga solvability dan liabilitas. Kita bisa meningkatkan sambil berjalan agar investment income bagus, tetapi yang pasti secara risk management kami akan mengelola aset investasi dengan sangat hati-hati,” ujar Hilman.

Ia menambahkan, saat ini sebagian besar aset Zurich masih ditempatkan pada obligasi pemerintah, sementara kebutuhan likuiditas dipenuhi melalui deposito berjangka.

Mostly aset investasi kami ada di government bonds dan untuk likuiditas ditempatkan di time deposit,” tuturnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri