Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

The Fed Tahan Suku Bunga Dolar AS

The Fed Tahan Suku Bunga Dolar AS Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat (AS) memutuskan untuk menahan suku bunga acuan pada kisaran 3,50%–3,75%. Ketua The Fed Jerome Powell menilai ekonomi tetap solid dan risiko terhadap inflasi maupun pasar tenaga kerja telah berkurang. Sikap tersebut mengindikasikan bahwa bank sentral kemungkinan akan menunggu cukup lama sebelum kembali memangkas biaya pinjaman.

“Perekonomian sekali lagi mengejutkan kami dengan kekuatannya,” kata Powell, dilansir Kamis (29/1).

Baca Juga: Bursa Saham Wall Street Stagnan, The Fed Tahan Suku Bunga Dolar AS

Powell menegaskan keputusan tersebut didukung secara luas di internal bank sentral dan menyebut bank sentral saat ini berada pada posisi yang “tepat” untuk mengevaluasi kapan, atau apakah penurunan suku bunga tambahan diperlukan.

“Ada kombinasi yang tak terhingga yang bisa mendorong kami untuk bergerak,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pelemahan pasar tenaga kerja atau inflasi yang kembali menuju target dua persen menjadi dua faktor utama yang dapat memicu perubahan kebijakan.

Powell mengatakan bahwa risiko kenaikan inflasi dan risiko penurunan lapangan kerja telah mereda, meski belum sepenuhnya hilang.

“Risiko inflasi dan risiko terhadap tenaga kerja memang telah berkurang, tetapi masih ada. Kami menilai kebijakan saat ini berada di posisi yang baik,” kata Powell.

Keputusan kebijakan moneter yang sudah banyak diperkirakan pasar tersebut sempat tersisih oleh berbagai pertanyaan dalam konferensi pers terkait independensi dari The Fed. Powell ditanya mengenai tekanan politik dan apakah ia berencana tetap bertahan di bank sentral setelah masa jabatannya sebagai ketua berakhir pada Mei.

Isu tersebut mencuat setelah pemerintah membuka penyelidikan pidana terhadap Powell. Hal itu memicu kekhawatiran pasar mengenai potensi campur tangan politik terhadap kebijakan moneter dari AS.

Baca Juga: Dunia Mesti Waspada, Ekonom Sebut Trump Bisa Politisasi Fasilitas Swap Dolar The Fed

Powell tidak memberikan indikasi perubahan sikap kebijakan dalam waktu dekat, ia menegaskan bahwa setiap keputusan ke depan akan tetap bergantung pada perkembangan data ekonomi.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Advertisement

Bagikan Artikel: