Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Kepanikan Mereda, Saham Konglomerat Mulai Bangkit!

Kepanikan Mereda, Saham Konglomerat Mulai Bangkit! Kredit Foto: Freepik
Warta Ekonomi, Jakarta -

Sejumlah saham konglomerasi terpantau berbalik arah ke zona hijau pada perdagangan Kamis (29/1), seiring langkah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam meredam kepanikan pasar.

Hal ini menyusul sorotan pengelola indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) soal transparansi free float saham di Indonesia yang sempat memicu tekanan pasar hingga berujung trading halt selama dua hari berturut-turut.

Dari kelompok usaha Prajogo Pangestu, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) hari ini ditutup melesat 18,59% ke level Rp1.850. Penguatan juga terjadi pada PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) yang naik 4,52% ke Rp8.675, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) menguat 3,78% ke Rp1.235, serta PT Petrosea Tbk (PTRO) yang bertambah 2,74% ke Rp7.500.

Baca Juga: IHSG Terpuruk, Airlangga Dorong Reformasi Pasar Modal

Sementara itu, dari Grup Bakrie, PT Ancara Logistics Indonesia Tbk (ALII) tercatat naik 1,27% ke Rp795. Adapun dari emiten milik Aguan, PT Bank Artha Graha Internasional Tbk (INPC) menguat 2,92% ke Rp176, disusul PT Sinar Eka Selaras Tbk (ERAL) yang naik 1,71% ke Rp356.

Dari Grup Emtek, PT Ashmore Asset Management Tbk (AMOR) turut menguat 2,15% ke Rp380. Meski demikian, sentimen positif tersebut belum merata. Sejumlah emiten milik Haji Isam, Hapsoro, Hashim Djojohadikusumo, Grup Sinarmas, hingga Grup Salim masih bergerak terbatas dan ditutup di zona merah,

Baca Juga: OJK-BEI Redam Kepanikan Pasar, IHSG Akhirnya Ditutup Balik ke Level 8.000

Untuk diketahui, OJK dan BEI merancang sejumlah langkah untuk memenuhi permintaan dari MSCI. OJK dan BEI akan mengecualikan investor dalam katagori corporate dan others dalam perhitungan free float dan siap mempublikasikan serta memberikan data kepemilikan saham di atas maupun bawah 5% secara lebih rinci kepada MSCI. Apa pun respons MSCI atas data tersebut, penyesuaian lanjutan akan terus dilakukan hingga dinilai sesuai.

Selain itu, regulator juga akan membuka data ultimate beneficial owner (UBO) untuk 100 emiten dan menyerahkannya kepada MSCI. Dalam waktu dekat, OJK dan BEI juga akan menerbitkan aturan free float minimum 15%. Emiten yang tidak dapat memenuhi ketentuan tersebut akan dikenakan exit policy.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri

Advertisement

Bagikan Artikel: