- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
Bursa Asia Menguat Tipis, Pasar Cermati Laba Saham Teknologi dan Sikap The Fed
Kredit Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay
Bursa Asia menguat pada perdagangan di Kamis (29/1). Meski saham teknologi cenderung melemah setelah reli sebelumnya, investor mencerna laporan kinerja beragam dari perusahaan teknologi raksasa serta keputusan penahahan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat (AS).
Dilansir Jumat (30/1), berikut ini adalah catatan pergerakan sejumlah indeks utama dari Bursa Asia. Bursa Korea Selatan menjadi sorotan dalam perdagangan kali ini:
- Hang Seng (Hong Kong): Naik 0,51% ke 27.968,09
- CSI 300 (China): Naik 0,76% ke 4.753,87
- Shanghai Composite (China): Naik 0,16% ke 4.157,98
- Nikkei 225 (Jepang): Naik 0,03% ke 53.375,60
- Topix (Jepang): Naik 0,28% ke 3.545,30
- Kospi (Korea Selatan): Naik 0,98% ke 5.221,25
- Kosdaq (Korea Selatan): Naik 2,73% ke 1.164,41
Meta Platforms menjadi sorotan menyusul proyeksi pendapatan yang optimistis. Prospek tersebut memperkuat antusiasme terhadap pertumbuhan pendapatan iklan berbasis kecerdasan buatan (AI).
Tesla juga membukukan kinerja yang melampaui ekspektasi pasar, memberikan dorongan tambahan bagi saham-saham pertumbuhan.
Namun, Microsoft mencatat penurunan saham. Laporan keuangan perusahaan menyoroti meningkatnya biaya akibat investasi besar-besaran dalam bidang akal imitasi, hal itu memicu kehati-hatian investor terhadap valuasi dan profitabilitas sektor teknologi secara keseluruhan.
Di Korea Selatan, Samsung Electronics dan SK Hynix sempat menguat setelah membukukan laba dan prospek yang solid. Meski demikian, penguatan tersebut berangsur memudar seiring investor memilih mengamankan keuntungan di tengah kondisi pasar yang lebih berhati-hati.
Fokus investor juga tertuju pada kebijakan moneter dari Amerika Serikat. The Fed mempertahankan suku bunga acuannya, memperpanjang jeda kebijakan setelah serangkaian pemangkasan suku bunga tahun lalu.
Ketua The Fed Jerome Powell mengatakan para pembuat kebijakan membutuhkan keyakinan lebih besar bahwa inflasi bergerak secara berkelanjutan menuju target dua persen sebelum kembali melonggarkan kebijakan. Ia juga menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi masih menunjukkan ketahanan.
Baca Juga: Danantara Sudah Investasi Besar di Pasar Modal Indonesia, Pandu Ungkap Saham yang Dikoleksi
The Fed kini diperkirakan akan mempertahankan suku bunga dalam waktu dekat, namun masih membuka peluang dua kali pemangkasan suku bunga hingga akhir tahun, bergantung pada perkembangan inflasi dan data ekonomi berikutnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait:
Advertisement