Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Investor Institusi Tetap Beli Saham di Tengah Gonjang-ganjing Pasar Modal

Investor Institusi Tetap Beli Saham di Tengah Gonjang-ganjing Pasar Modal Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Di tengah peliknya dunia saham dan koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang melemah, investor intuisi rupanya tetap menunjukkan minat beli terhadap saham-saham berfundamental kuat.

Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, mengatakan bahwa Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia melakukan pembelian sebagai investor yang aktif bertransaksi di pasar saham domestik.

“Karena kami merasa saham-saham di Indonesia tuh menarik karena ekonominya juga bagus dan saya merasa valuasinya juga sangat menarik kalau mungkin lihat ada beberapa broker pagi ini merilis, membicarakan bahwa apa yang dilakukan baik oleh bursa regulator ini sangat cepat,” ujar Pandu kepada media di Gedung BEI, Jakarta, Senin (2/2/2026).

Baca Juga: IHSG Sesi Siang Melesat 1,57% Balik ke Level 8.000

Pada perdagangan sesi I, IHSG tercatat melemah ke kisaran 7.910 meskipun investor asing masih mencatatkan pembelian bersih senilai Rp557,41 miliar. Kondisi tersebut, menurut Pandu, menunjukkan selektivitas investor yang semakin kuat, terutama terhadap saham-saham dengan fundamental solid.

“Tapi kalau dilihat saham-saham yang fundamental itu mengalami net buy dan positif. Jadi ini menarik juga,” katanya.

Pandu menilai adanya tekanan pasar yang terjadi saat ini perlu disikapi secara proporsional. Koreksi yang terjadi lebih banyak dipengaruhi oleh sentimen jangka pendek, sementara faktor fundamental ekonomi nasional dan likuiditas pasar masih terjaga.

Baca Juga: IHSG Hari Ini Masih Dibuka Lesu Usai OJK-BEI Gelar Pertemuan dengan MSCI

Dalam kesempatan yang sama, Pandu juga menyampaikan bahwa kehadirannya di BEI bertepatan dengan pertemuan antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI). Pertemuan tersebut membahas sejumlah isu struktural pasar modal, termasuk keterbukaan data kepemilikan saham free float.

“Baru yang kedua adalah eksekusi di sana dan untuk nantinya juga harus memudahkan untuk Dapen-Dapen (Dana Pensiun) untuk bisa masuk. Jadi seperti cut loss provision itu penting nanti di Undang-Undang P2SK itu juga harus terjadi,” imbuhnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri

Bagikan Artikel: