Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menargetkan realisasi investasi sebesar Rp13.032 triliun dalam lima tahun ke depan sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8%. Target tersebut ditetapkan pemerintah dan menjadi penugasan langsung dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani mengatakan target investasi lima tahunan itu meningkat signifikan dibandingkan capaian satu dekade terakhir. Berdasarkan data pemerintah, total realisasi investasi dalam 10 tahun terakhir tercatat sebesar Rp9.117 triliun.
“Pertumbuhan yang dicanangkan adalah total 13.032 triliun, yang di mana memang itu peningkatan 43% dibandingkan oleh 10 tahun terakhir yang investasi yang masuk adalah 9.117 triliun berbanding 13.032 triliun pada 5 tahun ke depan,” ujar Rosan dalam Rapat Kerja bersama Komisi XII DPR RI di Gedung DPR, Selasa (3/2/2026).
Baca Juga: Rosan Ungkap Peran Besar Pasar Modal bagi Ekonomi Indonesia
Rosan menjelaskan, investasi menjadi salah satu pilar utama penggerak pertumbuhan ekonomi nasional. Ia mencatat kontribusi investasi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) terus meningkat dan saat ini berada pada kisaran 29% hingga 30%.
“Peran dari investasi ini menjadi sangat penting karena kontribusi dari investasi terhadap pertumbuhan perekonomian kurang lebih mencapai sekarang meningkat 29 sampai 30%,” kata Rosan.
Menurut Rosan, besarnya target investasi tersebut sejalan dengan agenda pemerintah untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan arus modal, baik dari penanaman modal asing maupun penanaman modal dalam negeri. Pemerintah menilai peningkatan investasi diperlukan untuk menopang ekspansi sektor industri, hilirisasi, dan penciptaan lapangan kerja.
Meski demikian, Rosan mengakui target realisasi investasi Rp13.032 triliun merupakan tantangan besar bagi Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM. Untuk mencapai target tersebut, kementeriannya menyiapkan berbagai langkah strategis, termasuk percepatan perizinan berusaha melalui sistem Online Single Submission (OSS) yang telah diperbarui.
Ia menyebut pembenahan sistem perizinan menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan daya tarik Indonesia sebagai tujuan investasi, di tengah persaingan global yang semakin ketat.
“Tugas yang diberikan kepada kami Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM ini tentunya suatu hal yang tidak mudah tetapi insyaallah kami bisa mencapainya,” ujar Rosan.
Pemerintah berharap target investasi lima tahunan tersebut dapat menjadi motor penggerak utama perekonomian nasional, seiring dengan peningkatan kontribusi investasi terhadap PDB dan pencapaian target pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Annisa Nurfitri