Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Emiten Aguan-Salim (CBDK) Buyback Saham Rp250 Miliar di Tengah Gejolak Pasar

Emiten Aguan-Salim (CBDK) Buyback Saham Rp250 Miliar di Tengah Gejolak Pasar Kredit Foto: BEI
Warta Ekonomi, Jakarta -

Emiten properti terafiliasi Aguan dan Salim Group, PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) mengambil langkah strategis dengan melakukan pembelian kembali atau buyback saham di tengah dinamika pasar yang masih berfluktuasi. Perseroan menyiapkan dana hingga Rp250 miliar untuk mendukung aksi ini.

Buyback saham CBDK akan dilaksanakan mulai 3 Februari 2026 hingga 2 Mei 2026. Dalam keterbukaan informasi, manajemen menegaskan komitmen Perseroan untuk menjaga keyakinan investor terhadap prospek pertumbuhan jangka panjang, meski pergerakan pasar tengah diliputi volatilitas.

Sejak awal tahun hingga 3 Februari 2026, harga saham CBDK memang tercatat terkoreksi hingga sekitar 30,5%. Namun, pada periode yang sama, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga mengalami penurunan hingga 6,4%.

"Sehubungan dengan kondisi tersebut, pembelian kembali saham dimaksudkan untuk membantu mengurangi tekanan jual di pasar pada saat indeks harga saham sedang berfluktuasi, sekaligus memberikan indikasi kepada investor bahwa Perseroan memandang harga saham saat ini belum sepenuhnya mencerminkan fundamental dan nilai intrinsik Perseroan," kata manajemen.

Baca Juga: CBDK Guyur Modal Anak Usaha Rp250 Miliar, Perkuat Bisnis MICE di PIK2

Pembelian kembali saham ini menjadi respons Perseroan terhadap pergerakan pasar modal yang dipengaruhi berbagai faktor eksternal dan sentimen global.

Melalui aksi ini, CBDK berupaya menjaga keseimbangan antara kinerja fundamental dan kondisi pasar, sekaligus mengoptimalkan struktur permodalan serta mempertahankan kepercayaan pemegang saham dan pemangku kepentingan.

Manajemen juga menegaskan bahwa pelaksanaan buyback didukung oleh tingkat likuiditas Perseroan yang memadai. Aksi ini tidak akan mengganggu kondisi keuangan, kegiatan operasional, maupun rencana investasi, mencerminkan posisi keuangan Perseroan yang tetap sehat.

Selain berpotensi menstabilkan harga saham di tengah pasar yang bergejolak, pembelian kembali juga memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan modal jangka panjang. Saham treasuri yang diperoleh dapat dijual kembali di masa mendatang dengan nilai optimal apabila Perseroan membutuhkan tambahan modal.

Baca Juga: Chandra Asri (TPIA) Bakal Buyback Rp2 Triliun, Bidik 250 Juta Saham

"Perseroan berkeyakinan bahwa pelaksanaan pembelian kembali saham tidak akan memberikan dampak negatif yang material terhadap kegiatan usaha Perseroan, mengingat Perseroan memiliki modal dan arus kas yang cukup untuk melaksanakan pembiayaan transaksi pembelian kembali saham secara bersamaan dengan kegiatan usaha Perseroan," tutup manajemen.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri

Bagikan Artikel: