Penjualan Mobil Listrik Naik Berkat Perang Harga, Tapi Lupa Layanan Purna Jual dan Ketersediaan Stok Suku Cadang
Kredit Foto: Ist
Industri kendaraan listrik hingga saat ini belum menemukan solusi untuk meningkatkan layanan purna jual untuk mobil listrik.
Pertumbuhan penjulan mobil listrik (EV) diakui memang pesat, tapi pembeli masih berpikir bagaimana masalah perawatan ke depan, terutama menyangkut ketersediaan stok suku cadang.
"Aspek industri ini lemah" kata Direktur Layanan Purna Jual Omoda & Jaecoo Teeraphan Laongsri.
Ia menambahkan perang harga di antara produsen EV memang telah mendorong penjualan, tetapi diperkirakan akan melambat karena pembeli baru memprioritaskan layanan purna jual, termasuk ketersediaan suku cadang dan pusat perawatan.
"Perusahaan hanya memperoleh margin keuntungan yang tipis selama perang harga. Sekarang semua orang melihat layanan purna jual sebagai pendekatan baru untuk meningkatkan keuntungan," tambahnya.
Saat ini Omoda dan Jaecoo di Thailand telah menjual 20.000 unit mobil lebih.
"Tahun ini kami memperkirakan akan menjual 26.000 mobil," kata ,
Wakil Presiden Omoda & Jaecoo (Thailand) Bill Zhang menambahkan bahwa perusahaan ingin mencari cara untuk meningkatkan layanan.
Ia mengatakan volume suku cadang harus tersedia setidaknya tiga bulan sebelumnya, untuk melayani kendaraan yang telah terjual dan yang diperkirakan akan terjual tahun ini.
Sebab, katanya, Omoda & Jaecoo memiliki pesanan tertunda untuk lebih dari 3.000 suku cadang dan sedang berupaya untuk menyelesaikan masalah tersebut.
"Kami telah melihat komentar pelanggan kami di media sosial. Mereka ingin tahu apakah kami memiliki suku cadang yang cukup untuk melayani mereka," kata.
Sebanyak 13 kontainer berisi 42.564 suku cadang telah dikirim dari Tiongkok, dengan sembilan di antaranya telah diterima dan sisanya dijadwalkan tiba di Thailand sekitar pertengahan bulan ini, katanya.
Dalam laporan Bangkok Post, hal ini masih belum menjamin bahwa Omoda & Jaecoo dapat melayani pelanggannya dengan sebaik-baiknya karena penjualan mobil baru terus meningkat sementara pelanggan yang sudah ada menuntut lebih banyak layanan perbaikan dan perawatan, sebagian didorong oleh peningkatan kecelakaan lalu lintas.
Teeraphan menekankan perlunya semua produsen EV untuk melakukan peningkatan signifikan dalam layanan purna jual untuk mempertahankan momentum pertumbuhan pasar EV.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: