Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Bursa Asia Mixed, Emas Catat Kenaikan Dua Hari Terbesar Dalam 17 Tahun

Bursa Asia Mixed, Emas Catat Kenaikan Dua Hari Terbesar Dalam 17 Tahun Kredit Foto: Akbar Nugroho Gumay
Warta Ekonomi, Jakarta -

Bursa Asia bergerak fluktuatif pada perdagangan di Rabu (4/2). Mayoritas indeks masih ditutup menguat saat tekanan jual pada saham-saham perangkat lunak global mulai mereda, sementara harga emas melaju menuju kenaikan dua hari terbesar dalam lebih dari 17 Tahun.

Berikut ini adalah catatan pergerakan sejumlah indeks utama dari Bursa Asia:

  • Hang Seng (Hong Kong): Naik 0,05% ke 26.847,32
  • CSI 300 (China): Naik 0,83% ke 4.698,68
  • Shanghai Composite (China): Naik 0,85% ke 4.102,20
  • Nikkei 225 (Jepang): Turun 0,78% ke 54.293,36
  • Topix (Jepang): Naik 0,27% ke 3.655,58
  • Kospi (Korea Selatan): Naik 1,57% ke 5.371,10
  • Kosdaq (Korea Selatan): Naik 0,45% ke 1.149,43

Pergerakan pasar saham sejak awal sesi didominasi aksi jual pada perusahaan penyedia analitik data, jasa profesional dan perangkat lunak global. Tekanan tersebut dipicu peluncuran plug-in baru untuk agen akal imitasi dari Claude Cowork Anthropic. Ia memicu kekhawatiran akan disrupsi berbasis kecerdasan buatan dalam sektor-sektor tersebut.

“Anthropic kini secara jelas memasuki wilayah bisnis mereka,” kata Kepala Strategi Pasar IG, Chris Beauchamp.

Menurut Beauchamp, pasar mengirimkan sinyal bahwa model bisnis perusahaan-perusahaan tersebut menghadapi tantangan serius, meskipun belum berada pada kondisi krisis. Ia menilai perusahaan harus segera mencari solusi, termasuk melalui kemitraan dengan pengembang akal imitasi seperti OpenAI atau Anthropic.

Di pasar komoditas, logam mulia melanjutkan pemulihan setelah aksi jual tajam selama dua hari sebelumnya. Harga emas spot kembali menembus level US$5.000. Sementara perak melonjak hampir 6% ke kisaran US$90.

Baca Juga: Edwin Soeryadjaya Borong Saham Saratoga (SRTG) Senilai Rp2,47 Miliar

Di pasar valuta asing, volatilitas relatif lebih terkendali. Pelaku pasar menantikan hasil pertemuan Bank Sentral Eropa (ECB) dan Bank of England (BoE). Keduanya diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuannya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Tag Terkait:

Bagikan Artikel: