Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Respons Outlook Moody’s, BEI Tekankan Fundamental Emiten Masih Kuat

Respons Outlook Moody’s, BEI Tekankan Fundamental Emiten Masih Kuat Kredit Foto: Uswah Hasanah
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pejabat sementara Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Jefferey Hendrik menegaskan bahwa kondisi fundamental perusahaan-perusahaan tercatat di Tanah Air masih menunjukkan resiliensi yang solid di tengah dinamika pasar global. Pernyataan tersebut merespons Moody’s Ratings yang menurunkan outlook peringkat kredit Indonesia menjadi negatif dengan tetap mempertahankan rating pada level Baa2.

“Terkait dengan outlook, kami tentu secara mikro di pasar melihat bahwa sejauh ini fundamental perusahaan-perusahaan tercatat masih kuat,” kata Jefferey di BEI, Jakarta, Senin (9/2/2026).

BEI mengimbau para pelaku pasar agar tidak bereaksi berlebihan dan tetap bersandar pada data kinerja perusahaan yang objektif.

Baca Juga: Purbaya: Ekonomi RI Tumbuh Kuat, Penilaian Moody’s Berpotensi Membaik

“Kepada para investor untuk selalu secara rasional memperhatikan fundamental perusahaan dan menyesuaikannya dengan profil risiko masing-masing,” ujarnya.

Sebelumnya, Kementerian Koordinator Perekonomian menilai keputusan Moody’s tersebut mencerminkan ketahanan ekonomi nasional serta kekuatan fundamental struktural yang solid, sekaligus menunjukkan kepercayaan terhadap kemampuan Indonesia dalam menjaga stabilitas ekonomi.

Baca Juga: IHSG Jadi yang Terburuk di ASEAN dan Asia Pasifik Usai Outlook Moody’s

Fundamental perekonomian Indonesia hingga saat ini dinilai tetap terjaga. Hal itu tercermin dari pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 5,39% pada kuartal IV-2025, yang merupakan pertumbuhan tertinggi sejak pandemi Covid-19, serta pertumbuhan ekonomi 5,11% sepanjang 2025. Selain itu, defisit fiskal tercatat berada di bawah 3% terhadap PDB, dengan rasio utang pemerintah sekitar 40% terhadap PDB.

“Terkait perubahan outlook, kami yakin perkembangan kebijakan dan kerangka kelembagaan yang telah dan sedang diimplementasikan akan menjawab kekhawatiran yang disampaikan,” jelas Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto, dikutip dari siaran pers Kemenko Perekonomian, Minggu (8/2/2026).

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Annisa Nurfitri

Bagikan Artikel: