Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

PIPA Siap Right Issue untuk Dukung Ekspansi Migas, Target Rampung Semester II 2026

PIPA Siap Right Issue untuk Dukung Ekspansi Migas, Target Rampung Semester II 2026 Kredit Foto: Dwi Aditya Putra
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA) tengah bersiap melaksanakan aksi korporasi berupa penambahan modal melalui skema Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau right issue. Aksi ini menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperkuat struktur permodalan dan mendukung pengembangan usaha.

Direktur Multi Makmur Lemindo Noprian Fadli menyampaikan bahwa dalam waktu dekat perseroan akan menunjuk sejumlah profesi penunjang, termasuk konsultan hukum, akuntan publik, serta pihak terkait lainnya, guna mendukung kelancaran pelaksanaan rencana tersebut.

“Target kami, proses tersebut dapat diselesaikan tahun ini, dengan harapan aksi korporasi bisa rampung sekitar September atau pada kuartal III atau kuartal IV tahun ini,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (9/2/2026).

Baca Juga: Move On dari Masa Lalu, PIPA Berencana Ganti Nama Hingga Putar Arah Bisnis

Ia menambahkan, aksi korporasi tersebut dilakukan seiring upaya perseroan memperluas bisnis ke sektor minyak dan gas (migas). Ke depan, PIPA akan mengembangkan tiga lini bisnis utama, yakni fasilitas produksi minyak dan gas, perdagangan dan distribusi migas, serta transportasi dan infrastruktur pendukung.

“Rencana aksi korporasi ke depan akan kami sampaikan dalam waktu dekat melalui paparan publik,” jelasnya.

Baca Juga: Tepis Sentimen Negatif, Manajemen Baru PIPA Luruskan Informasi Terkait Penyelidikan Bareskrim

Sebagai informasi PIPA saat ini berada dalam fase transformasi bisnis setelah resmi berada di bawah kendali pemegang saham baru, Morris Capital Indonesia (MCI). Perseroan memfokuskan penguatan struktur manajemen dan percepatan ekspansi strategis untuk mendukung peralihan bisnis ke sektor minyak dan gas (migas) beserta usaha penunjangnya.

Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), PIPA melakukan penataan jajaran pengurus dengan mengangkat Firrisky Ardi Nurtomo sebagai Direktur Utama, menggantikan Imanuel Kevin Mayola, serta menunjuk Noprian Fadli sebagai anggota Direksi. Susunan Dewan Komisaris juga diperbarui dengan menetapkan Nicolas Sahrial Rasjid sebagai Komisaris Utama dan Ramdani Eka Saputra sebagai Komisaris. Masa jabatan pengurus baru berlaku hingga 30 Juli 2027.

Manajemen menyatakan perseroan tengah menjalani tahapan awal transformasi, termasuk penguatan permodalan, valuasi aset, serta kajian pajak (tax exposure). Ke depan, PIPA mengarahkan ekspansi pada pengembangan aset pengolahan migas dan logistik pendukung, dengan tetap mengkaji opsi pendanaan dan aksi korporasi guna menciptakan sumber pendapatan berulang serta memperbaiki struktur margin.

“Dengan adanya transformasi ini, kami melihat potensi besar pada fundamental PIPA ke depannya. PIPA menyiapkan sejumlah inisiatif strategis pada 2026. Perseroan merencanakan investasi inti pada aset pengolahan minyak dan gas serta logistik, yang diharapkan menjadi sumber pendapatan utama jangka panjang dengan margin yang sangat baik,” ujar Firrisky dalam keterangannya kepada media, Rabu (4/2/2025) lalu.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Annisa Nurfitri

Bagikan Artikel: