Pasca Sanksi OJK, Repower Asia (REAL) Perkuat GCG Demi Pulihkan Kepercayaan Investor
Kredit Foto: Istimewa
PT Repower Asia Indonesia Tbk (REAL) menegaskan komitmen penuh untuk memperkuat Tata Kelola Perusahaan yang Baik (GCG) dan menuntaskan seluruh kewajiban sesuai ketentuan pasca menerima sanksi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Langkah ini diambil sebagai fondasi fundamental untuk membangun kembali kepercayaan investor dan memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang di pasar modal.
Perseroan menyatakan menghormati dan menerima keputusan OJK tersebut. Respons kooperatif dan disiplin terhadap regulator ini dinilai pelaku pasar sebagai langkah mitigasi risiko (risk mitigation) yang penting, terutama di tengah meningkatnya perhatian investor terhadap isu kepatuhan, transparansi, dan GCG.
Sebelumnya, OJK telah menetapkan sanksi administratif dan perintah tertulis kepada REAL serta sejumlah pihak terkait. Keputusan tersebut ditetapkan pada 6 Februari 2026, menyusul penyelesaian proses pemeriksaan atas pelanggaran di bidang pasar modal.
Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan dan Komunikasi OJK, M. Ismail Riyadi, menjelaskan bahwa penetapan sanksi tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya penegakan hukum untuk menjaga integritas dan kepercayaan masyarakat terhadap Pasar Modal Indonesia.
Sjafardamsah Direktur/Corporate Secretary dalam keterangan tertulisnya, Selasa (11/2/2026), menegaskan bahwa momentum ini menjadi titik awal pembenahan internal yang lebih komprehensif. Fokus utama pembenahan diarahkan pada penguatan GCG agar operasional perusahaan semakin terstruktur, akuntabel, dan berorientasi jangka panjang. Penguatan tata kelola ini memiliki potensi signifikan untuk menurunkan governance risk premium.
Selain itu, langkah ini diharapkan membuka ruang pemulihan persepsi (perception recovery) yang, dalam jangka menengah, dapat menjadi dasar re-rating valuasi saham perseroan. Seiring dengan pembenahan internal dan peningkatan kepatuhan, perseroan juga menegaskan keberlanjutan strategi pengembangan usaha guna menjaga daya saing dan prospek pertumbuhan jangka panjang.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: