Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Hemat Devisa Rp9,7 Triliun! Proyek Raksasa Tanjung Enim Bakal Tekan Ketergantungan Impor LPG

Hemat Devisa Rp9,7 Triliun! Proyek Raksasa Tanjung Enim Bakal Tekan Ketergantungan Impor LPG Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah menargetkan proyek gasifikasi batu bara di Tanjung Enim mampu memproduksi 1,4 juta ton dimethyl ether(DME) per tahun. Proyek hilirisasi batu bara berkalori rendah dengan nilai investasi US$2,1 miliar ini diproyeksikan dapat memangkas impor LPG nasional hingga 1 juta ton per tahun.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mengatakan, operasional proyek tersebut berpotensi menghemat devisa negara hingga Rp9,7 triliun per tahun.

“Dengan potensi tersebut, impor LPG bisa ditekan sekitar 1 juta ton per tahun dan menghemat devisa negara sekitar Rp9,7 triliun per tahun,” tegas Yuliot saat peluncuran Global Hydrogen Ecosystem Summit 2026 di Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Baca Juga: Danantara Kejar Kelayakan Teknologi DME, Target Groundbreaking April 2026

Secara teknis, proyek ini akan mengolah sekitar 6 juta ton batu bara kalori rendah per tahun melalui proses gasifikasi. Proses tersebut menghasilkan hidrogen yang selanjutnya diolah menjadi DME sebagai substitusi LPG.

Menurut Yuliot, proyek gasifikasi batu bara ini menjadi instrumen strategis pemerintah untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus menekan ketergantungan terhadap impor energi.

Baca Juga: Tekan Impor LPG, Pemerintah Ubah Batu Bara Jadi Gas

Ia menambahkan, program hilirisasi tersebut sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto terkait kemandirian energi nasional. Selain pengembangan DME, pemerintah juga mulai mendorong pemanfaatan hidrogen hijau yang bersumber dari energi baru terbarukan (EBT), khususnya untuk kebutuhan amonia dan bahan bakar sintetis bagi industri.

“Salah satu contohnya adalah proyek hilirisasi gasifikasi batu bara di Tanjung Enim,” ujar Yuliot.

Target Groundbreaking

Sebelumnya, Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria mengungkapkan bahwa proyek yang berada di bawah pengelolaan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) tersebut saat ini masih menjalani kajian mendalam, terutama terkait aspek teknis dan pemilihan teknologi pengolahan.

Dony menargetkan seremoni peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek substitusi LPG tersebut dapat segera diumumkan sebelum memasuki kuartal II-2026.

“Insyaallah, mudah-mudahan proyek DME ini akan segera kami umumkan dalam satu dua bulan ke depan terkait groundbreaking-nya di Bukit Asam,” tutup Dony.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Annisa Nurfitri

Bagikan Artikel: