Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Guyuran Bantuan Jelang Ramadan dan Lebaran! Bansos Rp17,5 T, Pangan Rp11,92 T

Guyuran Bantuan Jelang Ramadan dan Lebaran! Bansos Rp17,5 T, Pangan Rp11,92 T Kredit Foto: Antara/Bayu Pratama S
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah menyalurkan serangkaian bantuan sosial dan bantuan pangan untuk menjaga daya beli masyarakat menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026. Bantuan tersebut mencakup bansos reguler, bansos adaptif, serta bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng yang menyasar kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan penyaluran bantuan sosial melalui Kementerian Sosial merupakan bagian dari stimulus ekonomi triwulan I 2026. Bantuan tersebut terdiri atas dua skema utama, yakni bansos reguler dan bansos adaptif.

“Yang pertama adalah bansos reguler, yaitu bantuan sembako dan Program Keluarga Harapan yang menyasar 18 juta keluarga penerima manfaat dengan anggaran sebesar Rp17,5 triliun,” ujar Saifullah Yusuf, saat peluncuran paket stimulus di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Selain itu, pemerintah menyalurkan bansos adaptif untuk kebencanaan, termasuk penanganan bencana di Sumatera dan sejumlah wilayah lain, dengan nilai anggaran lebih dari Rp2,3 triliun. Kementerian Sosial juga mengalokasikan anggaran untuk bansos berbasis atensi atau asistensi rehabilitasi sosial dengan total nilai Rp20 triliun.

Baca Juga: Daftar Lengkap Stimulus Lebaran 2026, Dari Diskon Pesawat hingga Bantuan Pangan

“Sampai hari ini sudah kita salurkan lebih dari Rp17 triliun. Sisanya akan menyusul untuk bulan Januari, Februari, dan Maret. Artinya, ini insyaallah sampai Lebaran,” kata Saifullah.

Ia menambahkan, sisa penyaluran bansos atensi akan dilanjutkan pada triwulan II 2026, yakni pada April, Mei, dan Juni. Penetapan penerima manfaat bersifat dinamis karena mengacu pada data tunggal yang dimutakhirkan secara berkala oleh Badan Pusat Statistik.

“Penerima manfaat itu sifatnya dinamis. Bisa jadi di triwulan pertama dapat, di triwulan kedua tidak, atau sebaliknya. Ini karena kita berpedoman pada data tunggal yang terus dimutakhirkan,” ujarnya.

Saifullah juga menyampaikan pemerintah membuka partisipasi masyarakat secara luas dalam pemutakhiran data penerima bansos. Seluruh data tersebut akan diverifikasi dan divalidasi oleh BPS, dengan fokus penyaluran pada kelompok desil 1 dan 2, serta dapat diperluas hingga desil 3 dan 4 apabila anggaran tersedia.

Baca Juga: Pemerintah Kucurkan Stimulus Rp12,83 Triliun, Ada Diskon Tiket Pesawat hingga Bansos

Selain bansos melalui Kementerian Sosial, pemerintah juga menyalurkan bantuan pangan untuk memperluas daya beli dan memperkuat permintaan domestik menjelang Ramadan dan Lebaran.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bantuan pangan diberikan berupa 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan, yang disalurkan sekaligus untuk dua bulan.

“Target penerima bantuan pangan adalah sebanyak 35,04 juta keluarga penerima manfaat yang berasal dari desil 1 sampai dengan desil 4,” ujar Airlangga. 

Pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp11,92 triliun untuk program bantuan pangan tersebut. Penyaluran bantuan direncanakan mulai berjalan pada bulan Ramadan atau Februari 2026.

Airlangga meminta pemerintah daerah serta kementerian dan lembaga terkait untuk mendukung kelancaran distribusi bantuan pangan, terutama dari sisi logistik, agar bantuan dapat diterima masyarakat tepat waktu menjelang Hari Raya Idulfitri.

“Pemda dan K/L terkait agar mendukung kelancaran logistik dalam penyaluran bantuan pangan,” pungkas Airlangga.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri

Bagikan Artikel: