Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Kemenhaj: Kehati-hatian Jemaah Kunci Cegah Penipuan Travel Umrah

Kemenhaj: Kehati-hatian Jemaah Kunci Cegah Penipuan Travel Umrah Kredit Foto: PT Garislurus Lintas Semesta
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj) menekankan kehati-hatian jemaah menjadi kunci dalam mencegah terjadinya penipuan dalam penyelenggaraan umrah.

Hal tersebut disampaikan Kepala Subdirektorat Pengawasan Umrah, Andi Muhammad Taufik saat ditemui di Kantor Kemenhaj, beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Buntut Kasus Dugaan Suap Ekspor CPO, Kemenperin Perkuat Pengawasan Internal

Dirinya mengimbau calon jemaah untuk tidak mudah tergiur dengan penawaran yang tidak masuk akal serta selalu memastikan legalitas dan kredibilitas penyelenggara perjalanan ibadah umrah.

“Jemaah perlu lebih cermat sejak awal. Jangan mudah tergoda harga murah yang tidak rasional dan selalu pastikan travel umrah memiliki izin resmi. Langkah sederhana ini sangat penting untuk melindungi jemaah dari kerugian,” ujarnya, dikutip dari siaran pers Kemenhaj, Rabu (11/2).

Tips Praktis Menghindari Penipuan Travel Umrah

1. Verifikasi Legalitas Agen

Pastikan travel terdaftar resmi sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) melalui situs SATU HAJI (Sistem Aplikasi Terpadu Umrah dan Haji) Kemenhaj. Jemaah dapat mengecek status izin, nomor SK, akreditasi, serta masa berlaku. Travel yang tidak terdaftar dinyatakan ilegal.

Jemaah juga disarankan memastikan keberadaan kantor fisik, rekam jejak operasional minimal dua tahun, serta mewaspadai paket umrah dengan harga tidak wajar.

2. Periksa Reputasi dan Testimoni

Telusuri ulasan jemaah sebelumnya melalui

Google Reviews

, media sosial, atau situs resmi agen. Rekomendasi dari keluarga dan kerabat yang berpengalaman juga menjadi rujukan penting. Hindari travel yang tidak memiliki testimoni kredibel.

Jemaah juga dianjurkan memeriksa daftar travel bermasalah yang dirilis Kemenhaj maupun otoritas Arab Saudi.

3. Tinjau Dokumen dan Biaya Secara Teliti

Mintalah rincian biaya secara lengkap, termasuk tiket, visa, akomodasi, konsumsi, dan transportasi. Pastikan terdapat bukti reservasi hotel serta jadwal keberangkatan yang jelas sebelum melakukan pelunasan.

Perhatikan kontrak perjanjian, terutama klausul pengembalian dana (refund) dan asuransi. Pembayaran sebaiknya dilakukan melalui rekening resmi perusahaan dan seluruh bukti transaksi disimpan dengan baik.

4. Pilih Fasilitas dan Layanan yang Standar

Pastikan travel menyediakan pembimbing ibadah bersertifikat, akomodasi yang layak, serta kepastian jadwal keberangkatan. Membandingkan beberapa paket umrah dari travel terpercaya juga dianjurkan sebelum mengambil keputusan.

Kemenhaj Ajak Masyarakat Aktif Melapor

Andi menegaskan bahwa peran aktif masyarakat sangat membantu upaya perlindungan jemaah.

“Laporan dari jemaah adalah bagian penting dari pengawasan. Jika menemukan dugaan pelanggaran, segera laporkan melalui kanal resmi Kemenhaj,” katanya.

Pengaduan dapat disampaikan melalui:

Email: [email protected]

WhatsApp: +62 823 1101 4646

Melalui edukasi berkelanjutan dan keterbukaan layanan pengaduan, Kemenhaj berharap jemaah dapat menjalankan ibadah umrah dengan aman, nyaman, dan penuh ketenangan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

Tag Terkait:

Bagikan Artikel: