Menko PMK Tegaskan Pembangunan SDM Unggul Butuh Peran Keluarga dan Masyarakat
Kredit Foto: Uswah Hasanah
Dalam konteks tantangan ke depan, Menko PMK menegaskan bahwa pembangunan SDM unggul di ranah pendidikan saat ini menghadapi dua disrupsi besar, yakni disrupsi digital dan kecerdasan artifisial (AI), serta disrupsi perubahan iklim. Terkait disrupsi digital, Kemenko PMK telah menerbitkan panduan Bijak dan Cerdas Ber-AI serta menyiapkan peluncuran platform pembelajaran daring Massive Open Online Course (MOOC) bagi siswa, guru, dan orang tua.
"Penggunaan AI itu tidak terhindarkan. Manusia yang dibantu AI akan sulit dikalahkan oleh manusia tanpa AI. Tapi kalau tidak bijak dan cerdas, risikonya besar,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan tingginya screen time anak yang telah mencapai sekitar sembilan jam per hari. Menurutnya, pendidikan perlu mendorong pergeseran dari _screen time_ ke green time, dari sekadar melihat layar menuju interaksi dengan realitas kehidupan.
Disrupsi kedua adalah perubahan iklim. Menko PMK menegaskan bahwa perubahan iklim adalah nyata, ditandai dengan meningkatnya bencana hidrometeorologi di berbagai daerah. Ia mengajak sekolah menjadikan lingkungan sebagai ruang belajar, termasuk melalui kebiasaan sederhana seperti memilah sampah dan mengurangi food waste.
"Membiasakan anak-anak tidak menyia-nyiakan makanan adalah bagian dari melawan perubahan iklim. Ini masalah serius karena _food waste_ dan _food loss_ bisa memboroskan hingga 30 persen stok pangan," ujarnya.
Menutup sambutannya, Menko PMK mengajak seluruh kepala dinas pendidikan dan kepala sekolah untuk berperan sebagai orkestrator pembangunan SDM unggul dengan melibatkan seluruh elemen, mulai dari keluarga, masyarakat, hingga pemerintah daerah.
"SDM unggul dan tangguh bukan hanya membangun manusia cerdas. Tetapi unggul, sehat fisik, sehat mental, sehat sosial, mampu menghadapi disrupsi digital yang membawa risiko, mampu menghadapi disrupsi perubahan iklim yang membawa risiko," pungkasnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: