Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

BTPN Syariah (BTPS) Bukukan Laba Rp1,2 Triliun pada 2025, Tumbuh 13%

BTPN Syariah (BTPS) Bukukan Laba Rp1,2 Triliun pada 2025, Tumbuh 13% Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) menutup tahun 2025 dengan kinerja yang solid. Sepanjang periode tersebut, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp1,2 triliun, meningkat 13% secara tahunan (YoY).

Penyaluran pembiayaan tercatat mencapai Rp10,35 triliun, sementara rasio keuangan tetap terjaga kuat dengan Return on Assets (RoA) sebesar 7,2% dan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 57,7%.

Kualitas pembiayaan menjadi faktor utama yang menopang pertumbuhan laba sepanjang tahun. Capaian tersebut juga didorong oleh peran berbagai pihak dalam memberdayakan masyarakat inklusi agar mampu membangun perilaku unggul sebagai fondasi keberhasilan.

Bank menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan berkelanjutan melalui model bisnis pendampingan yang dinilai efektif dan relevan bagi masyarakat inklusi.

Pendampingan tersebut berfokus pada penguatan empat perilaku unggul, yakni Berani Berusaha, Disiplin, Kerja Keras, dan Saling Bantu (BDKS), sehingga nasabah mampu bertahan dalam berbagai situasi.

Baca Juga: Allianz Syariah Perluas Distribusi lewat BTPN Syariah

“Model bisnis pendampingan yang kami jalankan terbukti relevan dan berkelanjutan dalam melayani masyarakat inklusi. Sepanjang 2025, kami menghadirkan berbagai program apresiasi dan insentif, yang memperkuat semangat nasabah dalam menerapkan empat perilaku unggul, terutama dalam membangun solidaritas di sentra nasabah. Kami berharap fokus Bank dalam membangun perilaku unggul dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Fachmy Achmad, Direktur BTPN Syariah.

Pendekatan tersebut dinilai paling sesuai untuk memberdayakan segmen ultra mikro. BTPN Syariah tidak hanya menyediakan akses keuangan, tetapi juga menghadirkan akses pengetahuan guna meningkatkan kapasitas hidup nasabah.

Peran Community Officer (CO) menjadi ujung tombak dalam proses pendampingan. Melalui Pertemuan Rutin Sentra (PRS), CO hadir langsung di tengah nasabah untuk memberikan pendampingan menggunakan modul yang relevan dengan kondisi segmen ultra mikro.

Selain itu, CO juga berperan sebagai role model bagi ibu-ibu nasabah dalam menerapkan perilaku unggul BDKS sekaligus memperkuat solidaritas di sentra.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri

Bagikan Artikel: