Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pelabuhan Tanjung Carat Diharapkan Tingkatkan Ekspor dan Turunkan Biaya Logistik

Pelabuhan Tanjung Carat Diharapkan Tingkatkan Ekspor dan Turunkan Biaya Logistik Kredit Foto: Wafiyyah Amalyris K
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), berharap Pelabuhan Tanjung Carat dapat meningkatkan ekspor dan menurunkan biaya logistik di Sumatera Selatan.

Sehingga Menko AHY mendorong percepatan pengembangan Pelabuhan Tanjung Carat sebagai upaya memperkuat kapasitas perdagangan dan konektivitas Provinsi Sumatra Selatan.

Baca Juga: Menko AHY Tegaskan SDM Sebagai Aset Terbesar Indonesia

Dalam rapat koordinasi bersama Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan di Griya Agung, Palembang, Menko AHY menyoroti kebutuhan kehadiran pelabuhan berkapasitas besar untuk menjawab meningkatnya aktivitas perdagangan dan distribusi komoditas unggulan daerah.

“Tadi Pak Gubernur menyampaikan kebutuhan menghadirkan pelabuhan internasional dengan kapasitas yang jauh lebih besar dibandingkan Pelabuhan Boom Baru saat ini. Harapannya, Pelabuhan Tanjung Carat bisa menjadi ‘New Palembang’ berkelas dunia, meningkatkan kapasitas perdagangan, menurunkan biaya logistik, memperkuat ekspor, dan pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi Sumatra Selatan,” ujar Menko AHY, dikutip dari siaran pers Kemenko Infra, Kamis (12/2).

Menko AHY juga menekankan penguatan konektivitas sebagai kunci memantapkan posisi Sumatra Selatan sebagai simpul logistik kawasan. Konektivitas yang terintegrasi diharapkan mampu menghubungkan kawasan produksi di wilayah tengah dan selatan Sumatra dengan pusat distribusi, kawasan industri, serta pelabuhan utama.

“Sumatra Selatan berpotensi menjadi hub logistik. Konektivitas strategis ini diharapkan menghubungkan kawasan produksi dengan pusat distribusi dan pelabuhan utama. Tanjung Carat diharapkan menjadi center of gravity baru,” tambah Menko AHY.

Sementara itu, Gubernur Sumatra Selatan, Herman Deru menegaskan pengembangan Pelabuhan Tanjung Carat merupakan kebutuhan strategis untuk menjawab peningkatan arus produksi dan distribusi komoditas unggulan daerah. Dengan potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, pertambangan, dan industri pengolahan, Sumatra Selatan membutuhkan pelabuhan berkapasitas besar guna memperkuat kemandirian ekspor serta meningkatkan efisiensi logistik.

Ia menilai keberadaan pelabuhan tersebut akan memperkuat posisi Sumatra Selatan sebagai hub perdagangan di wilayah Sumatra bagian tengah dan selatan. Namun demikian, optimalisasi Pelabuhan Tanjung Carat perlu diiringi penguatan akses menuju kawasan dermaga.

Saat ini, akses utama melalui Jalan Tanjung Api-Api sepanjang kurang lebih 60 kilometer masih dalam kondisi rusak berat. Selain itu, dibutuhkan sekitar 9 kilometer jalan tambahan menuju dermaga utama, di mana sekitar 1 kilometer telah terbangun dan sisanya perlu diselesaikan agar konektivitas logistik dapat berjalan optimal.

“Tanjung Carat adalah obsesi yang sudah lama kami harapkan dapat terwujud. Menuju dermaga ini, kami membutuhkan dukungan infrastruktur jalan agar konektivitas benar-benar kuat. Pelabuhan ini nantinya bukan hanya menjadi simpul logistik, melainkan juga gerbang mobilitas masyarakat dan pengungkit pertumbuhan ekonomi Sumatra Selatan,” ujar Gubernur Herman.

Usai rapat koordinasi, Menko AHY kembali menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas pelabuhan untuk menopang ekspor daerah. Ia menilai selama ini sebagian komoditas unggulan Sumatra Selatan masih bergantung pada pelabuhan di provinsi lain.

“Rencana pengembangan Pelabuhan Tanjung Carat diharapkan memiliki kapasitas yang jauh lebih besar untuk menopang sektor ekspor. Komoditas Sumatra Selatan luar biasa, dan selama ini masih harus melalui wilayah lain. Harapannya, Sumatra Selatan memiliki kemandirian dan kemampuan untuk mengekspor secara lebih masif,” ujar Menko AHY kepada awak media.

Untuk memastikan keberlanjutan proyek, Menko AHY menegaskan pemerintah tidak hanya mengandalkan APBN dan APBD, tetapi juga membuka peluang kerja sama dengan badan usaha dan investasi. Skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) serta partisipasi investasi dinilai penting agar pembangunan pelabuhan berjalan berkelanjutan dan memberikan dampak optimal bagi masyarakat.

“Kita mengembangkan skema KPBU atau public private partnership. Investasi juga perlu kita dorong. Yang terpenting, perencanaan harus menyeluruh dan komprehensif, termasuk kejelasan pembiayaan, agar proyek infrastruktur benar-benar berdampak,” tutup Menko AHY.

Pengembangan Pelabuhan Tanjung Carat diharapkan mampu meningkatkan kapasitas perdagangan, menekan biaya logistik, serta memperkuat posisi Sumatra Selatan sebagai simpul distribusi dan perdagangan yang semakin berdaya saing.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

Bagikan Artikel: