Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Jamkrindo Jamin 577 Ribu UMKM Jateng-DIY Senilai Rp35,8 Triliun

Jamkrindo Jamin 577 Ribu UMKM Jateng-DIY Senilai Rp35,8 Triliun Kredit Foto: Jamkirndo
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) menjamin 577.454 pelaku usaha mikro, kecil, menengah, dan koperasi (UMKM-K) di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sepanjang 2025 dengan total volume penjaminan Rp35,8 triliun. Realisasi tersebut berkontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja hingga 2,3 juta orang dan menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi daerah.

Pemimpin Wilayah Semarang Jamkrindo Sugiyono mengatakan capaian tersebut menegaskan peran Jamkrindo sebagai mitra strategis UMKM-K di wilayah kerja yang mencakup Semarang, Tegal, Purwokerto, Kudus, Solo, Yogyakarta, Magelang, Cilacap, dan Pekalongan.

“Kami percaya bahwa UMKM-K adalah fondasi utama perekonomian nasional. Melalui penjaminan, Jamkrindo membantu UMKM-K di Jawa Tengah dan DIY agar lebih mudah mengakses pembiayaan dari perbankan dan lembaga keuangan. Dengan akses permodalan yang lebih inklusif, para pelaku UMKM-K dapat meningkatkan skala usaha, memperluas lapangan kerja, dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Sugiyono kepada wartawan, Kamis (12/2/2026).

Baca Juga: Jamkrindo Salurkan 21 Hunian Sementara untuk Warga Terdampak Bencana Aceh

Selain menjamin kredit program pemerintah seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR), Jamkrindo juga menyalurkan penjaminan non-program, antara lain penjaminan kredit umum, kredit mikro, surety bondcustoms bond, kontra bank garansi, serta penjaminan distribusi barang. Skema tersebut memperluas akses pembiayaan dan memperkuat ekosistem usaha di daerah.

Sugiyono menegaskan peran Jamkrindo tidak sebatas penyedia layanan penjaminan, tetapi juga menjembatani sinergi antara perbankan, pemerintah, dan pelaku usaha.

“Keberadaan Jamkrindo di Jawa Tengah dan DIY bukan hanya sebagai penyedia layanan penjaminan semata, tetapi juga sebagai mitra yang menjembatani sinergi antara perbankan, pemerintah, dan pelaku usaha. Dengan inovasi produk penjaminan dan komitmen menjalankan prinsip tata kelola yang baik, Jamkrindo siap memperluas dampak sosial dan ekonomi yang dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Dampak penjaminan terlihat pada pelaku UMKM kuliner di Semarang, Narista Hastarini. Ia memperoleh dukungan awal Program Pinjaman Kemitraan sebesar Rp20 juta untuk memperbaiki dapur produksi dan melengkapi peralatan usaha. Setelah mendapatkan pendampingan manajemen dan pemasaran, pada 2025 usahanya memperoleh KUR dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) yang dijamin Jamkrindo untuk ekspansi bisnis GBOB Snack and Catering.

Baca Juga: Terobosan Jamkrindo Syariah Perkuat Ekosistem Penjaminan Syariah Berkelanjutan pada 2026

Di sektor konstruksi, Jamkrindo juga menjamin kebutuhan proyek melalui produk surety bond dan kontra bank garansi. Direktur PT Valentara Sarana Raya Triyanto Dwi Hastanto menyatakan dukungan tersebut membantu perusahaannya mengikuti tender proyek infrastruktur seperti jembatan, jalan layang, fly over, dan underpass.

“Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi, kami membutuhkan jaminan yang kredibel untuk dapat dipercaya mitra dan pemberi kerja. Bagi kami, pelayanan Jamkrindo selama ini sangat responsif dan mampu mendukung kelancaran bisnis kami,” ujar Triyanto.

Sebagai anggota holding Indonesia Financial Group (IFG), Jamkrindo menyatakan akan terus memperluas akses penjaminan guna mendorong pembiayaan inklusif dan pertumbuhan UMKM-K di Jawa Tengah dan DIY.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri

Bagikan Artikel: