Kredit Foto: Antara/Aji Styawan
Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana mengungkapkan momentum Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang jatuh pada 17 Februari 2026 merupakan roda penggerak perekonomian daerah dan pariwisata.
Sehingga Menpar memastikan kesiapan sektor pariwisata dalam menyambut perayaan tersebut, khususnya di destinasi wisata unggulan Kota Semarang, Jawa Tengah.
Baca Juga: Pemerintah Siapkan Strategi Industri dan SDM untuk Pertumbuhan Ekonomi
Ini disampaikan Menpar dalam kunjungan ke Semarang pada Selasa (10/2/2026).
“Momentum Imlek bukan sekadar perayaan keagamaan, melainkan penggerak roda perekonomian masyarakat. Kita ingin memastikan destinasi siap menyambut wisatawan dengan pelayanan yang aman, nyaman, dan berkualitas,” kata Menpar, dikutip dari siaran pers Kemenpar, Jumat (13/2).
Didampingi Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, Menpar meninjau Kelenteng Sam Poo Kong, salah satu cagar budaya sekaligus destinasi wisata sejarah yang menjadi pusat perayaan Imlek di Semarang. Setiap tahun, kelenteng ini dipadati ribuan pengunjung yang datang untuk beribadah sekaligus menikmati suasana perayaan.
Kelenteng Sam Poo Kong memiliki keterkaitan erat dengan pelayaran Laksamana Cheng Ho. Awalnya berupa gua batu yang digunakan sebagai tempat singgah ketika armada Cheng Ho berlabuh di Semarang, kawasan ini berkembang menjadi simbol akulturasi budaya yang kuat. Laksamana Cheng Ho yang dikenal sebagai pelaut Muslim turut menyebarkan nilai-nilai perdamaian dan perdagangan di Nusantara. Seiring waktu, kawasan tersebut bertransformasi menjadi kelenteng yang hingga kini menjadi tempat sembahyang dan penghormatan kepada Cheng Ho.
Menpar Widiyanti menyebut Sam Poo Kong sebagai simbol nyata harmoni budaya Indonesia.
“Sam Poo Kong adalah simbol akulturasi budaya yang luar biasa. Perayaan Imlek tahun ini harus menjadi potret pariwisata Indonesia yang inklusif, tertata, dan membanggakan,” katanya.
Pembina Yayasan Kelenteng Agung Sam Poo Kong, Mulyadi Setiakusuma, menjelaskan pihaknya telah menyiapkan pesta budaya yang memadukan unsur budaya Jawa, Tionghoa, dan budaya nasional. Pesta budaya tersebut akan digelar pada 15 Februari 2026 dan dapat dinikmati masyarakat secara gratis.
“Kami sudah mempersiapkan pesta budaya untuk warga Semarang dan wisatawan. Kami mengundang masyarakat untuk merayakan Imlek bersama di Sam Poo Kong,” kata Mulyadi.
Selain Sam Poo Kong, Menpar juga meninjau Lawang Sewu, destinasi wisata warisan budaya yang menjadi ikon Kota Semarang sekaligus lokomotif penguatan wisata sejarah dan edukasi. Bangunan bersejarah yang didirikan pada 1904 pada masa kolonial Belanda ini menjadi saksi perjalanan perkeretaapian nasional serta perjuangan bangsa Indonesia.
Dalam kunjungannya, Menpar meninjau setiap sudut bangunan yang dikenal dengan sebutan “seribu pintu” tersebut, termasuk ruang immersive yang menghadirkan pengalaman digital modern melalui proyeksi visual futuristik tentang sejarah Kereta Api Indonesia.
Atraksi ini sejalan dengan program Tourism 5.0 Kementerian Pariwisata yang mendorong penguatan layanan dan pengalaman wisata berbasis digital.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: