Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pasar India Berikan Potensi Transaksi Pariwisata Signifikan Bagi RI

Pasar India Berikan Potensi Transaksi Pariwisata Signifikan Bagi RI Kredit Foto: Dok. Kemenpar
Warta Ekonomi, Jakarta -

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Ni Made Ayu Marthini, mengungkapkan pasar India memberikan potensi transaksi signifikan bagi pariwisata Indonesia.

Hal tersebut terlihat dari keberhasilan Indonesia meraih penghargaan “Experiential & Cultural Tourism Award” dalam ajang Outbound Travel Mart (OTM) Mumbai 2026 yang berlangsung pada 5–7 Februari 2026 di Mumbai, India.

Baca Juga: Strategi Pemerintah Jaga Inflasi dan Daya Beli di Sumatera Jelang Ramadhan

“Indonesia dinilai mampu menghadirkan pengalaman wisata yang memungkinkan wisatawan tidak hanya berkunjung, tetapi juga mengalami langsung tradisi, praktik lokal, kuliner, kerajinan, interaksi komunitas, storytelling, wellness, hingga wisata spiritual di berbagai destinasi,” kata Made, dikutip dari siaran pers Kemenpar, Jumat (13/2).

Ia menyatakan sangat bangga atas penghargaan tersebut yang diberikan langsung oleh Organizing Committee OTM sebagai bentuk pengakuan atas kekuatan Indonesia sebagai destinasi pariwisata berbasis pengalaman budaya yang autentik dan partisipatif.

Menurutnya, pengakuan ini sejalan dengan tren global yang menunjukkan pergeseran preferensi wisatawan menuju perjalanan yang lebih bermakna, personal, dan imersif, melampaui model mass tourism konvensional. Indonesia dinilai berhasil memposisikan diri sebagai experiential and cultural living destination yang menawarkan kedalaman pengalaman dan keterlibatan langsung dengan kehidupan lokal.

Made menegaskan, penghargaan ini menjadi validasi atas strategi pemasaran Indonesia yang menempatkan pengalaman budaya sebagai inti penawaran kepada pasar India. Indonesia tidak sekadar menjadi destinasi yang dikunjungi, tetapi ruang di mana wisatawan dapat merasakan secara langsung dinamika budaya, tradisi, dan kehidupan masyarakat.

“Kami akan terus memperkuat kolaborasi dengan mitra industri untuk menghadirkan pengalaman wisata yang lebih berkualitas dan berkelanjutan,” kata Made.

Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Mancanegara I Kementerian Pariwisata, Dedi Ahmad Kurnia, menambahkan pada OTM Mumbai 2026, Kemenpar memfasilitasi partisipasi 30 co-exhibitor atau seller Indonesia. Mereka terdiri atas 20 destination management company (DMC), lima travel agent atau biro perjalanan wisata, dua hotel, dua restoran, serta satu atraksi wisata.

Partisipasi tersebut menghasilkan potensi transaksi sebesar 6.989.879 dolar AS atau setara Rp117.429.967.200 dengan asumsi kurs Rp16.800 per dolar AS. Selain itu, potensi jumlah wisatawan yang tercatat mencapai 22.781 orang.

Di sela agenda OTM Mumbai 2026, Kemenpar juga menggelar pertemuan strategis dengan sejumlah mitra industri perjalanan India, antara lain MakeMyTrip, TBO (Travel Boutique Online), Thomas Cook, SOTC Travel Limited, Travel Agents Association of India (TAAI), serta Organizing Committee dari SATTE, OTM, dan ITB India. Pertemuan juga dilakukan dengan sejumlah DMC dari kota-kota tier 2 dan tier 3 di India yang memiliki potensi pertumbuhan wisatawan outbound ke Indonesia.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

Bagikan Artikel: