Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Laporan ke Prabowo, Airlangga Sebut Pasar Modal Sudah Rebound dan Stabil

Laporan ke Prabowo, Airlangga Sebut Pasar Modal Sudah Rebound dan Stabil Kredit Foto: Youtube Setpres
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melaporkan kepada Presiden RI Prabowo Subianto bahwa kondisi pasar modal Indonesia kembali positif dan stabil, ditandai dengan rebound pergerakan pasar dalam sepekan terakhir. 

Ia menyatakan sektor keuangan, khususnya pasar modal, memiliki peran strategis sebagai enabler pembiayaan ekonomi nasional di tengah tantangan global. Pemerintah, kata dia, menyiapkan agenda reformasi untuk memperkuat likuiditas dan memperdalam pasar.

“Sektor keuangan memiliki peran strategis terutama sebagai enabler dan dalam hal ini pasar modal yang menjadi window keuangan saat ini kembali positif dan stabil dan untuk itu rebound daripada pasar modal dalam minggu ini,” ujar Airlangga di hadapan Prabowo, dalam Indonesia Economic Outlook 2026 di Jakarta, Jumat (13/2/2026).

Baca Juga: Airlangga Siapkan Strategi Kejar Pertumbuhan Ekonomi 5,6% pada 2026

Untuk memperkuat struktur pasar, pemerintah akan mendorong peningkatan porsi saham yang beredar di publik. Airlangga menyebut kebijakan tersebut ditujukan agar pasar menjadi lebih likuid dan atraktif bagi investor jangka panjang.

“Agenda reformasi pasar modal antara lain peningkatan daripada saham yang beredar di publik dari 7,5% menjadi 15% sehingga pasar menjadi lebih likuid,” katanya.

Selain itu, pemerintah akan memperketat transparansi kepemilikan saham, terutama bagi pemegang saham dengan porsi di bawah 5%, guna meningkatkan keterbukaan dan tata kelola emiten

“Transparansi pemegang saham terutama yang di bawah 5%… sehingga keterbukaan daripada kepemilikan menjadi sangat jelas,” ujar Airlangga.

Baca Juga: Di Depan Prabowo, Airlangga Pamer Pertumbuhan Ekonomi RI Tertinggi ke-2 di G20

Airlangga juga melaporkan rencana perluasan ruang investasi bagi investor institusional domestik. Dana pensiun dan perusahaan asuransi akan diberi ruang lebih besar untuk berinvestasi di pasar saham, khususnya pada saham-saham berkualitas.

“Untuk menambah likuiditas, dana pensiun maupun asuransi itu dibuka dari hanya boleh invest naik ke 20% dan ini pada saham-saham yang berkualitas ataupun saham aman seperti LQ45,” katanya.

Dalam laporan tersebut, Airlangga menegaskan bahwa penguatan pasar modal, termasuk kinerja Indeks Harga Saham Gabungan, akan menjadi bagian dari strategi pembiayaan non-APBN guna mendukung program prioritas pemerintah dan pertumbuhan ekonomi ke depan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri

Bagikan Artikel: