Mendagri Dorong Penanganan Desa Hilang Akibat Bencana Sumatera dan Paparkan Jumlah Pengungsi
Kredit Foto: Istihanah
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mendorong penanganan untuk desa dan kampung yang hilang akibat bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera. Hingga kini tercatat sebanyak 29 desa yang hilang.
Dorongan tersebut digaungkan Tito dalam Rapat Koordinasi Satgas Pemulihan Pasca Bencana Sumatra di di Ruang Pustaka Loka, Gedung Nusantara IV, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (18/2/2026).
"Yang hilang perlu ada penyelesaian ada desa yang hilang 29 karena terbawa longsor atau terkena banjir," kata Tito, dikutip Rabu (18/2).
Dia pun merinci sebanyak 21 desa dan kampung yang hilang berada di Provinsi Aceh, yakni di Kabupaten Aceh Tamiang, Nagan Raya, Aceh Tengah, dan Gayo Luwes. Sedangkan 8 lainnya di Provinsi Sumatra Utara, yaitu Kabupaten Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah.
Baca Juga: Purbaya Pastikan Penyaluran Dana ke Sumatera Tepat Waktu dan Tanpa Syarat Berlebihan
"Di Sumatra Barat tidak ada desa yang hilang," tegasnya.
Kemudian dirinya menyinggung penurunan umlah pengungsi di Aceh dan Sumatra Utara. Dari yang sebelumnya di angka lebih dari 2 juta jiwa, kini hanya sekitar 12.944 orang.
Mendagri memastikan Sumatera Barat sudah tidak memiliki pengungsi. “Untuk Sumatra Barat, pengungsi saat ini sudah nol dari sebelumnya 16.164 orang,” ujar Tito.
Sementara di Sumatera Utara jumlah pengungsi menurun signifikan dari 53.523 jiwa menjadi 850 orang. “Pengungsi yang semula 53.523 kini tersisa 850 orang dan berada di satu lokasi di Tapanuli Tengah,” kata Tito.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: