- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
Nilai Tambah Cuma Naik 2%, Ketum AETI Bilang Hilirisasi Timah Belum Menarik
Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
Program hilirisasi timah yang tengah digenjot pemerintah, ternyata masih menyimpan tantangan besar di sisi keekonomian.
Ketua Umum Asosiasi Eksportir Timah Indonesia (AETI) Harwendro Adityo Dewanto mengungkapkan, nilai tambah dari produk turunan timah saat ini belum signifikan bagi pelaku industri.
Harwendro membeberkan, kenaikan nilai tambah dari pengolahan timah batangan (ingot) menjadi produk seperti tin solder, hanya berkisar di angka 1 hingga 2 persen.
Baca Juga: Tambang Pani Beroperasi, Targetkan 115 Ribu Ounces Emas per Tahun
"Kalau dari sisi keberhasilan hilirisasi timah dari ingot kemudian menjadi barang jadi seperti tin solder, peningkatannya cuma 1 sampai 2 persen lah, sedikit kecil," ujar Harwendro kepada Warta Ekonomi, Rabu (18/2/2026).
Rendahnya selisih keuntungan ini membuat para pelaku industri kurang bergairah melirik sektor hilir.
Menurut Harwendro, kondisi ini membuat ekspor dalam bentuk ingot (balok timah) masih jauh lebih menarik secara bisnis, dibandingkan mengolahnya menjadi produk turunan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus
Tag Terkait: