Kredit Foto: Unsplash/Kanchanara
Selain faktor likuiditas, tekanan pasar juga dikaitkan dengan proses unwinding posisi investor institusional. Ju menyebut, seiring menyusutnya volatilitas di pasar kripto, sebagian institusi mulai mengalihkan dana ke aset lain yang dinilai lebih stabil, seperti indeks Nasdaq dan emas.
Kondisi tersebut mempersempit ruang penguatan harga Bitcoin dalam jangka pendek, terutama tanpa adanya katalis baru yang mampu mendorong arus modal masuk secara signifikan.
Baca Juga: Diguncang Data Makro, Harga Bitcoin (BTC) Rabu Pagi (18/2) Jadi Segini
Sementara itu, tekanan yang lebih berat justru terlihat di pasar altcoin. Ju mencatat kapitalisasi pasar altcoin hingga kini belum mampu menembus rekor tertinggi sebelumnya. Di sisi lain, arus modal baru dinilai sangat terbatas dan hanya terkonsentrasi pada sejumlah token tertentu.
“Peluang kenaikan altcoin dalam jangka pendek sangat terbatas. Kerusakan pada sentimen investor akibat penurunan kali ini akan butuh waktu lama untuk pulih,” ujarnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: